REPRESENTASI BUDAYA SENI RONGGENG DALAM FILM SANG PENARI

Rahmi Dafiza, (2013) REPRESENTASI BUDAYA SENI RONGGENG DALAM FILM SANG PENARI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013199KOM.pdf

Download (569kB) | Preview

Abstract

Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang melahirkan banyak budaya, sebagai bangsa Indonesia kita tentunya harus mengenali sejarah kebudayaan negeri sendiri. Fenomena dan kenyataannya saat ini adalah sebaliknya, banyak dari kita tidak mau tahu mengenai seluk beluk dan sejarah budaya kita. Seperti menjawab permasalahan tersebut, film Sang Penari hadir dengan memperkenalkan budaya seni tradisional Indonesia. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu melihat bagaimana film ini merepresentasi budaya seni dan menghadirkannya untuk penonton. Penelitian ini bertujuan menganalisa representasi budaya seni ronggeng dalam film Sang Penari. Landasan teori yang digunakan adalah teori representasi Stuart Hall serta teori unsur budaya dan seni rakyat menurut Supartono. Peneliti menggunakan teknik observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Observasi merupakan pengamatan langsung terhadap film Sang Penari dalam konteks representasi budaya seni yang terdapat pada isi film tersebut, sedangkan dokumentasi ialah mengumpulkan data tertulis, arsip-arsip atau dokumen tentang pendapat dan teori yang berhubungan dengan masalah-masalah dalam penelitian ini. Setelah data terkumpul, selanjutnya peneliti menganalisa data menggunakan analisis semiotik Kultural dengan model semiotik Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Sang Penari terdapat representasi budaya seni ronggeng. Representasi tersebut tergambar pada bentuk upacara adat, bahasa, mitos-mitos yang dipercaya, benda pusaka dan alat musik, nyanyian, perilaku masyarakat terhadap ronggeng, pakaian tradisional dan gerakan tarian ronggeng. Peneliti juga menemukan beberapa temuan diantaranya: Pertama, kesenian ronggeng sangat mendiskriminasi kaum perempuan. Kedua, kesenian ronggeng di dalam film Sang Penari menggambarkan perilaku menyimpang. Ketiga, kesenian ronggeng berkembang di daerah marginal sehingga masyarakat tidak memiliki pengetahuan tentang norma dan agama. Kata Kunci: Budaya Seni dan Representasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.2 Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 21 Sep 2016 21:50
Last Modified: 21 Sep 2016 21:50
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7881

Actions (login required)

View Item View Item