PENCITRAAN ISLAM DALAM FILM “TANDA TANYA” (ANALISIS SEMIOTIK)

Jatni Azna Ar, (2013) PENCITRAAN ISLAM DALAM FILM “TANDA TANYA” (ANALISIS SEMIOTIK). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013147KOM.pdf

Download (811kB) | Preview

Abstract

Keberadaan media salah satunya film sebagai suatu jenis media massa yang menjadi saluran berbagai macam konsep. Kebangkitan film bertema Islam yang mulai marak beberapa tahun terakhir memberi paradigma berbeda. Dikhawatirkan film bisa menanamkan sebuah dogma yang salah ketika penonton tidak bisa menangkap subtansi film dengan bijaksana. Film Tanda Tanya hadir dan menambah sederetan film karya anak bangsa, yang mencoba mencitrakan Islam dan kehidupan sosial ke layar lebar. Film ini berisi konsep-konsep ajaran agama Islam dipraktekkan dalam sebuah adegan, dialog, maupun simbol. Ada beberapa konsep Islam yang ditawarkan dalam film ini yang bertentangan dan menimbulkan kekaburan terhadap makna atau sebuah pesan dari film ini. Karya tulis ini beranjak dari sebuah kesadaran bahwa citra negatif terhadap Islam yang marak dewasa ini. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan mencegah pembentukan yang salah mengenai pencitraan Islam dalam film Tanda Tanya. Penelitian ini bersifat kualitatif serta menggunakan analisis semiotika teori Charles Sanders Pierce dan metode persentase sebagai alat untuk mengetahui bagaimana pencitraan Islam dalam film Tanda Tanya. Dari hasil analisis semiotik serta metode persentase maka diperoleh bahwa film Tanda Tanya menunjukkan tingkat kemiskinan yakni 133% atau 133 detik dari 100 menit atau 2 menit 13 detik. Rasisme yakni 30% atau 30 detik dari 100 menit. Kekerasan dan terorisme yakni 122% atau 2 menit 2 detik dari 100 menit. Murtad yakni 106% atau 1 menit 46 detik dari 100 menit. Toleransi yakni 80% atau 1 menit 20 detik dari 100 menit. Berdasarkan dari jumlah keseluruhan diperoleh hasil yakni 471 detik atau 471% dari 100 menit. Yakni 7 menit 51 detik dari 100 menit. Hasil dikatakan positif jika lebih kecil dari 100%. Hasil dikatakan negative jika lebih besar dari 100%. Dan hasil dikatakan imbang jika sama dengan 100%. Berdasarkan hasil di atas maka diperoleh hasil yakni bahwa film Tanda Tanya menunjukkan tingkat pencitraan Islam yang buruk karena hasil yang ditunjukkan lebih besar dari 100% yakni 471%. Film ini mesti di maknai secara jeli. Karena di beberapa adegan dalam film ini Islam dekat dengan kemiskinan, penuh kekerasan dan terorisme. Namun, di balik itu sebenarnya tersimpan makna toleransi antar beragama. Realitas citra agama Islam di Indonesia saat ini cukup relavan dengan apa yang digambarkan dalam film Tanda Tanya. Aksi-aksi kekerasan dan teror yang mengatas namakan Islam saat ini cukup membuat resah. Semua tindakan anarkis tersebut persis di Indonesia dengan kaitan agama Islam, yang dapat merusaknya citra Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.2 Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 21 Sep 2016 19:52
Last Modified: 21 Sep 2016 19:52
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7853

Actions (login required)

View Item View Item