SANKSI ADAT TERHADAP PELAKU FITNAH DI DESA PULAU JAMBU KECAMATAN CERENTI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI DITINJAU HUKUM ISLAM

Reiski Fadilah (2011) SANKSI ADAT TERHADAP PELAKU FITNAH DI DESA PULAU JAMBU KECAMATAN CERENTI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI DITINJAU HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011159.pdf

Download (420kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul Sanksi Adat Terhadap Pelaku Fitnah di Desa Pulau Jambu Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi Ditinjau Hukum Islam dengan latar belakang yaitu sanksi atau denda yang dilaksanakan secara adat di Desa Pulau Jambu terhadap orang yang melakukan fitnah terhadap orang lain dengan cara dihukum dengan menyembelih dua ekor kambing dan makan bersama dengan masyarakat desa, sedangkan menurut Islam sendiri bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan dan dalam aturan Islam adalah dihukum dengan delapan puluh kali dera bagi pelaku penuduh zina dan penuduh selain zina dihukum takzir. Dan dikuatkan lagi dengan firman Allah yang menyebutkan bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, jika saja pelaku fitnah hanya dikenai hukuman yang tidak sebanding dengan akibat perbuatan itu sendiri, maka akan timbul orang yang memfitnah dengan sesuka hati tanpa melihat akibat yang sangat buruk. Tujuan penelitian ini adalah penulis mencoba melihat bagaimana pelaksanaan sanksi pelaku fitnah di desa Pulau Jambu Kecamatan Cerenti Kuantan Singingi. Ada dua permasalahan yang penulis angkat dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana bentuk dan sanksi adat terhadap pelaku fitnah di di desa Pulau Jambu Kecamatan Cerenti Kuantan Singingi (2) Bagaimana Tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan sanksi adat di desa Pulau Jambu Kecamatan Cerenti Kuantan Singingi. Tipe penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penulis meneliti dengan mewawancarai langsung pelaku kasus dan orang yang ikut andil di dalamnya sehingga penulis mendapatkan gambaran yang jelas tentang kasus tersebut dengan bahan-bahan penelitaian berupa hasil wawancara dan pengamatan mendalam serta bahan-bahan perpustakaan atau data sekunder yang relevan dengan masalah yang di teliti. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa data kualitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku fitnah di desa Pulau Jambu Kecamatan Cerenti Kuantan Singingi yang diperoleh datanya dari tokoh adat setempat. Selanjutnya dalam penetapan sampel menggunakan purposive sampling, maka dari tahun 2006-2010 terdiri sebanyak 15 orang pelaku fitnah dan 2 kasus diambil sebagai sampel. Dari perumusan masalah di atas maka penulis melakukan penelitian dan menemukan fakta yang kemudian di analisis menurut hukum Islam, sehingga penulis menemukan bahwa Sanksi Adat Terhadap Pelaku Fitnah di Desa Pulau Jambu Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi tidak bertentangan dengan hukum Islam.Namun dalam tuduhan zina, bentuk sanksi berbeda dengan hukum Islam sedangkan tuduhan selain zina sesuai dengan hukum Islam berupa hukuman takzir.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 12 Jan 2016 08:57
Last Modified: 12 Jan 2016 08:57
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/778

Actions (login required)

View Item View Item