PELAKSANAAN SISTEM BAGI HASIL PADA USAHA GILINGAN PADI KELILING DITINJAU MENURUT KONSEP MUDHARABAH ( Studi Kasus di Desa Laksamana Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak )

Ana Mustika, (2013) PELAKSANAAN SISTEM BAGI HASIL PADA USAHA GILINGAN PADI KELILING DITINJAU MENURUT KONSEP MUDHARABAH ( Studi Kasus di Desa Laksamana Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak ). Laporan thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201308PS.pdf

Download (310kB) | Preview

Abstract

Adapun masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan sistem bagi hasil pada usaha gilingan padi keliling di Desa Laksamana tersebut, serta bagaimana pelaksanaan sistem bagi hasil pada usaha gilingan padi keliling ditinjau menurut konsep Mudharabah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang dilakukan pada usaha gilingan padi keliling di Desa Laksamana. Adapun populasi 3 orang, 1 orang pemilik mesin dan 2 orang sebagai pengelola dan sampel diambil dengan teknik total sampling yaitu mengambil semua jumlah populasi untuk dijadikan penelitian karena jumlah yang relatif sedikit. Sumber data yang penulis gunakan adalah terdiri dari sumber data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi dari kedua belah pihak yaitu pemilik mesin padi dan pengelola mesin padi dan sumber data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui penelaahan buku-buku yang berkaitan dan menunjang penelitian ini. Setelah data terkumpul penulis melakukan analisa data dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa pada pelaksanaan sistem bagi hasil di Desa Laksamana akad yang terjalin antara shaibul maal dengan mudharib adalah akad lisan dengan keuntungan nisbah bagi hasil dibagi dua atau 50:50. Dalam pembagian hasil ini menggunakan sistem bagi hasil profit Sharing, dimana dalam pembagian keuntungan berdasarkan pendapatan yang diperoleh dengan mengkakulasikan terlebih dahulu biaya yang dikeluarkan dalam pengoprasionalan usaha tersebut, jika pendapatan besar maka bagi hasilnya juga besar, tapi jika pendapatanya kecil maka bagi hasilnya kecil. Dalam pelaksanaan usaha gilingan padi ini menggunakan konsep mudharabah muthalaqah yaitu dimana pengelola diberi kebebasan dalam menjalankan usaha tersebut. Menurut tinjauan konsep mudharabah tentang usaha gilingan padi keliling di Desa Laksamana belum sepenuhnya sesuai dengan konsep Mudharabah ataupun prinsip Syariah karena dalam akad antar shaibul maal dan pengelola hanyalah akad lisan atau tidak tertulis, dan tidak adanya pengawasan. Seharusnya akad yang digunakan adalah akad tertulis dan alangkah baiknya diadakan pengawasan, karena tidak menutup kemungkinan tanpa adanya pengawasan pengelola bisa saja melakukan kecurangan selama beroprasi dilapangan dan juga dapat menghindari kesalahpahaman antara pemilik dengan pengelola dalam usaha tersebut. Sehingga jika ada komplen dari pihak pemilik maupun pengelola atas ketidaksesuaian dalam pembagian keuntungan ataupun lainya dapat ditanggapi dengan tegas.

Item Type: Thesis (Laporan)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbankan Syari'ah
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 20 Sep 2016 04:38
Last Modified: 20 Sep 2016 04:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7668

Actions (login required)

View Item View Item