STRATEGI KOLEKTOR DALAM MENGHADAPI NASABAH YANG BERMASALAH PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT PEKANBARU

Evi Tamala, (2013) STRATEGI KOLEKTOR DALAM MENGHADAPI NASABAH YANG BERMASALAH PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT PEKANBARU. Laporan thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201302PS.pdf

Download (247kB) | Preview

Abstract

Laporan ini berjudul “Strategi Debitur Kolektor Dalam Menghadapi Nasabah Yang Bermasalah Pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Pekanbaru”, Permasalahan dalam penelitian ini adalah Strategi Debitur Kolektor Dalam Menghadapi Nasabah Yang Bermasalah Pada PT. BPR Pekanbaru, serta apa saja Tugas dan Wewenang Debt Kolektor Pada PT. BPR Pekanbaru. Sumber data pada laporan akhir ini adalah data primer dan skunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tempat atau lokasi penelitian yaitu PT. BPR Pekanbaru. Data skunder merupakan data yang diperoleh dari buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan cara: wawancara, riset pustaka dan dokumentasi. Dengan teknik pengumpulan data tersebut setelah data diperoleh, maka data tersebut disajikan kemudian dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif analitik yaitu menggambarkan situasi, kondisi, penelitian dengan jalan membahas data-data dan informasi yang diperoleh dengan menghubungkan dengan teori yang didapati. Adapun strategi debitur kolektor dalam menghadapi nasabah yang bermasalah pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Pekanbaru merupakan seseorang yang menagih hutang kepada setiap kreditur. Yaitu dengan tata cara yang baik, seperti debitur mendatangi rumah kreditur, dan melalui media telpon. Jika kreditur terlambat dalam pembayaran pinjaman kredit tersebut, maka debt kolektor akan menagihnya kesetiap nasabah. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa strategi debitur kolektor dalam menghadapi nasabah yang bermasalah pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Pekanbaru telah di dilakukan sesuai dengan tata cara yang diberikan oleh pihak Bank, dan sesuai dengan teori yang didapatkan seperti mencerminkan sikap yang baik, dan pelayanan yang baik kepada kreditur. Kesulitan sering kali dihadapi oleh debt kolektor dalam menagih ke setiap nasabah, Jumlah nasabah yang ditagih oleh debt kolektor (kreditur) setiap bulannya mencapai 100 orang nasabah. Apabila kreditur tidak bisa juga melunasi hutangnya kepada debt kolektor dengan kesapakatan yang telah ditetapkan, maka pihak bank mengeluarkan surat panggilan I, II, dan III dan jaminan yang telah kreditur berikan seperti Sertifikat Tanah, BPKB, dan lain sebagainya akan menjadi hak bank sepenuhnya, selagi debitur tidak bisa melunasi hutangnya.

Item Type: Thesis (Laporan)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbankan Syari'ah
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 20 Sep 2016 04:21
Last Modified: 20 Sep 2016 04:21
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7662

Actions (login required)

View Item View Item