ANALISA PEMIKIRAN IMAM MALIK BIN ANAS TENTANG HAK IJBAR WALI

Gushairi, (2011) ANALISA PEMIKIRAN IMAM MALIK BIN ANAS TENTANG HAK IJBAR WALI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011112.pdf

Download (551kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul “Analisa Pemikiran Imam Malik bin Anas Tentang Hak Ijbar Wali”. Ini ditulis berdasarkan latar belakang pemikiran ulama, bahwa para ulama sama-sama mengakui adanya hak ijbar wali. Namun, mereka berbeda pendapat terhadap wali mana saja yang mempunyai hak untuk menikahkan tanpa izin di bawah perwaliannya, dan siapa saja yang berhak dinikahkan tanpa dimintai izinnya terlebih dahulu. Dengan demikian dalam skripsi ini penulis menelusuri dan menganalisa bagaimana konsep ijbar wali dan metode istinbath hukum Imam Malik bin Anas dalam menetapkan adanya hak ijbar wali. Adapun tujuan dari penelitian ini penulis maksudkan adalah untuk mengetahui konsep hak ijbar wali dan metode istinbath hukum Imam Malik bin Anas dalam menetapkan adanya hak ijbar wali. Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan kitab Al-Muwaththa’,dan Al-Muntaqa’ fi Syarhil Muwatha’ sebagai rujukan primernya. Sedangkan bahan sekunder dalam tulisan ini adalah sejumlah literatur yang ada dalam kaitannya dengan penelitian ini seperti fiqh Islam wa adillatuhu karangan Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh ‘Ala Mazhabi al-Arba’ah Karya Imam Al-Jaziri, Subulussalam, Fathul Baari, serta literatur lainnya. Adapun metode analisa data yang digunakan adalah metode deskriptif, komperatif dan analisis conten. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah, Imam Malik memandang wali yang berhak untuk menikahkan tanpa izin anak perempuan adalah Ayah, orang yang menerima wasiat dari ayah, dan pemilik budak. Imam Malik berpendapat hak ijbar tersebut diperoleh karena dua sebab, yaitu karena bikir dan kecil. Jadi, yang boleh dinikahkan tersebut tanpa izin adalah, gadis yang kecil dan dewasa yang belum dipandang cerdas, kemudian janda yang kecil. Sedangkan metode istinbath yang digunakan Imam Malik dalam menetapkan adanya hak ijbar wali tersebut adalah berdasarkan Ijma’ ahl Madinah. Dengan memperhatikan konsep dan metode yang digunakan Imam Malik di atas, Ijma’ ahl-Madinah yang digunakan Imam Malik dalam memahami hak ijbar wali dan cara memahami hadits dengan mafhum mukhalafah bisa dijadikan hujjah, karena di samping amalan perbuatan Madinah yang langsung hidup bersama Rasulullah Saw yang berkelanjutan sampai masa Imam Malik, mafhum mukhalafah bisa dijadikan hujjah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 12 Jan 2016 07:38
Last Modified: 12 Jan 2016 07:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/747

Actions (login required)

View Item View Item