PELAKSANAAN SHALAT BERJAMA’AH DENGAN SHAF BERDAMPINGAN MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus di MushollaDarul‘UllumDesa IndrapuriKecamatan Tapung Kabupaten Kampar)

Siti Muzayyanah, (2015) PELAKSANAAN SHALAT BERJAMA’AH DENGAN SHAF BERDAMPINGAN MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus di MushollaDarul‘UllumDesa IndrapuriKecamatan Tapung Kabupaten Kampar). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (281kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (125kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (84kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (21kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (21kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “PELAKSANAAN SHALAT BERJAMA’AH DENGAN SHAF BERDAMPINGAN MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Musholla Darul ‘Ullum Desa Indrapuri Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar)”. Islam dengan kesempurnaannya telah mengatur segala aspek kehidupan manusia termasuk ibadah. Salah satu bentuk ibadah adalah shalat berjama’ah, yaitu shalat yang dilakukan lebih dari satu orang di mana seorang berdiri di depan menjadi imam, sedangkan yang lain berdiri di belakang menjadi makmum dan batas minimalnya adalah dua orang. Penelitian ini berbentuk penelitian lapangan yang dilakukan di Musholla Darul ‘Ullum Desa Indrapuri Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Penulis meneliti judul ini karena shalat berjama’ah adalah ibadah yang dilaksanakan oleh kaum muslim baik laki-laki maupun perempuan, baik anak-anak maupun dewasa. Shalat berjama’ah yang merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang kebanyakan dilakukan dengan shaf laki-laki di depan dan shaf perempuan di belakang namun dilaksanakan dengan shaf berdampingan. Dengan adanya ibadah shalat berjama’ah yang berbeda bentuk shaf ini menimbulkan perbedaan pandangan bagi masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab dibentuknya posisi shaf berdampingan di Musholla Darul ‘Ullum di Desa Indrapuri, apa dasar hukum yang digunakan oleh para pelopor ataupun para tokoh agama yang ada di Musholla Darul ‘Ullum, dan bagaimana tinjauan hukum Islam, sehingga hasil penelitian dapat meminimalisir dan menghilangkan keraguan di kalangan masyarakat, tidak saling merasa ibadah paling sempurna dan tidak terjadinya perpecahan sesama saudara muslim. Dalam penelitian ini penulis menjadikan jamaah sebagai populasi dan sampel dimana jama’ah terdiri dari imam, guru ngaji, anak-anak, dewasa dan masyarakat yang berada di sekitar Mushollah Darul ‘Ullum yang melaksanakan shalat berjama’ah di Musholla Darul ‘Ullum tersebut. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan cara:Observasi (pengamatan), Interview (Wawancara),dan Dokumentasi. Dari hasil penelitian penulis menemukan beberapa faktor yang menyebabkan dilaksanakannya shalat berjama’ah dengan shaf berdampingan di Musholla Darul ‘Ullum. Penyebabnya adalah kapasitas Musholla yang lebih kecil dan agak sempit, memudahkan jama’ah perempuan mendengar suara imam, Musholla ini hanya memiliki pintu belakang saja, kemudian tidak adanya larangan Islam untuk melaksanakan shalat berjama’ah dengan shaf berdampingan, karena pada dasarnya Musholla adalah tempat beribadah (shalat). Pelaksanaan shalat berjama’ah dengan shaf berdampingan di Musholla Darul ‘Ullum tetap memenuhi rukun dan syarat shalat berjama’ah. Perbedaan yang ada hanyalah masalah bentuk shaf, yakni di Musholla Darul ‘Ullum di Desa Indrapuri melaksanakan shalat berjama’ah dengan shaf berdampingan antara laki-laki dan perempuan, sedangkan di Desa lain melaksanakan shalat berjama’ah dengan shaf laki-laki di depan dan shaf perempuan di belakang shaf laki-laki. Dengan demikian menurut pandangan syara’, shalat berjama’ah dengan shaf berdampingan adalah sah, karena shaf depan-belakang tidak wajib dan shaf berdampingan tidak dilarang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 15 Sep 2016 07:00
Last Modified: 15 Sep 2016 07:00
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7362

Actions (login required)

View Item View Item