ANALISIS TERHADAP PENDAPAT IMAM SYAFI’I TENTANG MASALAH HAK WANITA YANG SEDANG DALAM MASA IDDAH THALAK BA’IN

Asbiyanti, (2015) ANALISIS TERHADAP PENDAPAT IMAM SYAFI’I TENTANG MASALAH HAK WANITA YANG SEDANG DALAM MASA IDDAH THALAK BA’IN. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (294kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (99kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (268kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (23kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul“ANALISIS TERHADAP PENDAPAT IMAM SYAFI’I TENTANG TIDAK ADANYA HAK WANITA YANG SEDANG DALAM MASA IDDAH THALAK BA’IN”. Talak ba’in merupakan perceraian yang menghilangkan hak rujuk suami kepada istrinya. Ulama berbeda pandapat tentang tidak adanya hak nafkah dan tempat tinggal bagi istri yang sedang dalam masa iddah talak ba’in dan dengan landasan hadits Nabi yang mengatakan tentang tidak adanya hak nafkah dan tempat tinggal yaitu: “Dari Asy-Sya’bi, dari Fatimah binti Qais, dari Nabi SAW, tentang wanita yang di talak tiga, beliau bersabda, ia tidak berhak mendapatkan nafkah dan tidak pula tempat tinggal”. Imam Syafi’i berpendapat istri yang di talak ba’in hanya berhak mendapatkan tempat tinggal tanpa hak nafkah. Sehingga penulis tertarik untuk meneliti pendapat Imam Syafi’i tentang hak wanita yang dalam masa iddah talak ba’in karna pendapat Imam Syafi’i berbeda dengan pendapat ulama tentang hak wanita yang ditalak ba’in. Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan (library resech), analisis ini difokuskan pada penelusuran literatur dan bahan pustaka yang relevan dengan masalah yang diangkat. Sumber bahan primer penelitian ini adalah kitab Al-Umm Imam Syafi’i, karangan Abi Abdillah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i dan literatur-literatur yang lain terutama yang berkaitan dengan hak wanita yang dalam masa iddah talak ba’in. Data yang sudah dikumpulkan di analisis dengan tahap-tahap analisis deskriptif, metode ini penulis gunakan untuk memahami pendapat Imam Syafi’i tentang tidak adanya hak wanita yang sedang dalam masa iddah talak ba’in, dan metode ini dapat dianalisis hingga dapat suatu kesimpulan. Hal ini yang ditemukan dalam penelitian ini adalah Imam Syafi’i berpendapat bahwa adanya hak tempat tinggal bagi istri yang ditalak ba’in, karena menurut Imam Syafi’i dalam Al-Qur’an yang di sebutkan yang tidak dapat hanya nafkah tidak ada di jelaskan tempat tinggal. Adapun alasan atau dasar hukum yang digunakan Imam Syafi’i tentang masalah ini adalah ayat Al-Qur’an surat at- Thalaq ayat 6. Setelah dilakukan penelitian ini penulis lebih sependapat dengan Imam Syafi’i karna dalil yang digunakan Imam Syafi’i merupakan dalil yang bersifat Qat’i yaitu Al-Qur’an.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 15 Sep 2016 06:28
Last Modified: 15 Sep 2016 06:28
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7355

Actions (login required)

View Item View Item