PROSES PENYELESAIAN SENGKETA SUAMI ISTRI PADALEMBAGA SHULH MAHKAMAH RENDAH SYARIAHKUALA KRAI, KELANTAN DARUL NAIM,MALAYSIAMENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Mohd Zafar Ashraf Bin Zulkarnain (2015) PROSES PENYELESAIAN SENGKETA SUAMI ISTRI PADALEMBAGA SHULH MAHKAMAH RENDAH SYARIAHKUALA KRAI, KELANTAN DARUL NAIM,MALAYSIAMENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (113kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (180kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (15kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan Proses Penyelesaian Sengketa Damai Suami Istri pada lembaga Shulh Mahkamah Rendah Syariah Kuala Krai, Kelantan Darul Naim, Malaysia Ditinjau Menurut Perspektif Hukum Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi pelaksanaan proses penyelesaian sengketa suami istri pada lembaga Shulh Mahkamah Rendah Syariah Kuala Krai. Di Mahkamah Rendah Syari’ah, Malaysia, terutama Kuala Krai, Kelantan, Shulh dilembagakan berdasarkan Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam Seksyen 99. Dikarenakan lembaga ini dintervensi oleh negara, ia pun merupakan salah satu lembaga pendamai yang efektif kepada masyarakat. Berdasarkan observasi penulis, terjadinya perbedaan pelaksanaan perdamaian yang dilakukan berdasarkan Enakmen tersebut dengan pandangan para ulama yang berdasarkan kepada nash. Di mana tidak diperlukan lagi hakam-hakam dari kedua belah pihak, baik lelaki ataupun perempuan. Sehingga penulis fokuskan kajian ini pada rumusan permasalahan; yakni bagaimana proses penyelesaian sengketa suami istri pada lembaga Shulh Mahkamah Rendah Syariah Kuala Krai Kelantan Darul Naim Malaysia serta bagaimana pula analisis hukum Islam terhadap proses penyelesaian sengketa tersebut. . Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yang dilakukan pada Mahkamah Rendah Syariah Kuala Krai, Kelantan. Subjeknya adalah pihak- pihak yang berperkara dan para Pegawai Shulh di Mahkamah Rendah Syariah Kuala Krai. Objeknya adalah proses penyelesaian sengketa suami istri pada lembaga Shulh Mahkamah Rendah Syariah Kuala Krai, Kelantan Darul Naim. Adapun populasi 151 kasus yang berperkara dalam tahun 2014 di Mahkamah Rendah Syariah Kuala Krai. Dengan sampel 10 yang penulis pilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Sedangkan metode pengumpulan datanya adalah wawancara dan studi dokumen, setelah data dikumpulkan dengan lengkap, maka penulis menganalisi dengan teknik Deskripif kualitatif. Hasil dari penelitian ini jelas menunjukkan bahwa Shulh adalah dianjurkan terhadap sengketa yang terjadi antara suami istri dan tidak bertentangan dengan Hukum Islam. Disamping proses penyelesaian sengketa suami istri pada lembaga Shulh ini adalah sebuah hal yang perlu dan dapat dibenarkan secara Hukum Islam sekalipun tidak ada pemanggilan hakam (jurudamai) dari kedua belah pihak suami istri dalam proses perdamaian ini tetapi autoriti pemerintah memainkan peranan yang sangat penting dalam menyelesaikan perkara tersebut. Tambahan pula, individu yang berada pada lembaga Shulh ini adalah orang yang berpengalaman dalam mendamaikan sengketa. Lembaga Shulh ini juga merupakan sebuah kemaslahatan yang besar demi menciptakan kerukunan dan perdamaian kepada pihak-pihak yang bersengketa khususnya kemelut suami istri yang berkonflik dalam rumah tangga yang hampir-hampir berujung kepada sebuah perceraian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 14 Sep 2016 14:54
Last Modified: 14 Sep 2016 14:54
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7325

Actions (login required)

View Item View Item