Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

HUKUM SUTRAH DALAM SHALAT (STUDI KOMPERATIF WAHBAH AL-ZUHAILI DAN MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI)

AKMAL FIKRI MALAY, - (2023) HUKUM SUTRAH DALAM SHALAT (STUDI KOMPERATIF WAHBAH AL-ZUHAILI DAN MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Akmal Fikri Malay (2023) : Hukum Sutrah Dalam Shalat Studi Komperatif Wahbah al-Zuhaili dan Muhammad Nashiruddin al-Albani. Penelitian ini dilatarbelakangi kesadaran penggunaan sutrah yang semakin memudar, peran sutrah di dalam shalat sangatlah krusial karena menjadi penanda adanya orang shalat. Peran sutrah semakin terlihat ketika pandemi covid-19 terjadi, larangan penggunaan sajadah membuat orang shalat disembarang tempat tanpa penanda, sehingga membuat orang lewat di depannya karena tidak tahu. Terkait hukum sutrah terdapat perbedaan pendapat antara Wahbah al-Zuhaili dan Muhammad Nashiruddin al-Albani. Maka timbul pertanyaan, bagaimana pandangan Wahbah al-Zuhaili dan Muhamad Nashiruddin al-Albani terkait hukum sutrah di dalam shalat?, dan bagaimana metode istinbath yang digunakan oleh Wahbah al-Zuhaili dan Muhammad Nashiruddin al-Albani ketika membahas hukum sutrah di dalam shalat?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab terjadinya perbedaan pendapat diantara dua ulama tersebut dan metode istinbath hukum yang dipakai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan (Library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca berbagai referensi seperti buku, jurnal, artikel dan sumber data lainnya. Kemudian mengolah data tersebut dan dituangkan dalam bentuk tertulis. Adapun sumber data yang digunakan yaitu kitab yang merupakann karya Wahbah al-Zuhaili dan Muhammad Nashiruddin al-Albani, seperti kitab terjemah Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu, Terjemah Sifat Shalat al-Nabiy dan Terjemah Tamam al- Minnah dan beberapa kitab lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan pendapat antara Wahbah al-Zuhaili dan Muhammad Nashiruddin al-Albani terkait hukum sutrah. Wahbah berpendapat bahwa sutrah itu sunnah dan al-Albani berpendapat bahwa sutrah hukumnya wajib. Perbedaan pendapat ini terjadi karena adanya perbedaan dalam memahami derajat hadits Rasulullah saw. shalat tanpa sutrah. Al-Albani tidak berdalil pada hadits tersebut karena beliau berpendapat hadits tersebut dhaif, sementara Wahbah justru menjadikan hadits tersebut sebagai dalil bahwa hukum sutrah sunnah. Terkait hukum sutrah dengan menggunakan garis, Wahbah menganggap hal tersebut boleh, dan al-Albani menganggap garis tidak cukup untuk dijadikan sutrah. Kata Kunci: Sutrah, Shalat, Komperatif

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 14 Jul 2023 02:52
Last Modified: 14 Jul 2023 02:52
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/73172

Actions (login required)

View Item View Item