TRADISI DALAM NIKAH GANTUNG SEBELUM PELAKSANAAN RESEPSI PERNIKAHAN MASYARAKAT SUNGAI TONANG KECAMATAN KAMPAR UTARA DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM

NURFIYAS, (2015) TRADISI DALAM NIKAH GANTUNG SEBELUM PELAKSANAAN RESEPSI PERNIKAHAN MASYARAKAT SUNGAI TONANG KECAMATAN KAMPAR UTARA DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (65kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (166kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (126kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (22kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (22kB) | Preview

Abstract

Adapun yang melatarbelakangi dalam penelitian ini, dimana banyaknya pasangan suami istri melakukan nikah gantung. Selanjutnya ditemukan adanya pelaksanaan tradisi dalam nikah gantung tersebut. Kemudian, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa saja bentuk-bentuk tradisi dalam nikah gantung sebelum pelaksanaan resepsi pernikahan masyarakat Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara; dan (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang pelaksanaan tradisi “nikah gantung” sebelum pelaksanaan resepsi pernikahan masyarakat Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang dilaksanakan di Desa Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar. Adapun yang melatarbelakangi dilakukan penelitian ini, disebabkan ingin mengetahui tentang status hukum dari pelaksanaan tradisi dalam nikah gantung sebelum pelaksanaan resepsi pernikahan masyarakat Sungai Tonang. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terkait langsung dalam tradisi nikah gantung sebelum pelaksanaan resepsi pernikahan masyarakat Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar, yaitu kedua orang tua dari pihak laki-laki dan perempuan yang pernah melakukan “nikah gantung”, tokoh adat dan masyarakat. Sementara objek penelitiannya adalah pelaksanaan tradisi dalam nikah gantung sebelum pelaksanaan resepsi pernikahan masyarakat Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 43 orang. Karena populasinya banyak, maka penulis mengambil sampel berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik purfosif sampling. Dalam pengumpulan data penelitian, menggunakan teknik observasi, angket dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data deskriptif, yaitu menghubungkan antara suatu fakta dengan fakta sejenis kemudian dianalisa dengan menggunakan pendekatan fungsional. Adapun metode penulisan dalam penelitian adalah teknik penulisan deduktif, induktif, dan deskriftif. Selanjutnya, terdapat dua tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk tradisi dalam nikah gantung sebelum pelaksanaan resepsi Pernikahan masyarakat Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara, (2) untuk mengetahui tinjauan hukum Islam tentang tradisi “Nikah gantung” sebelum pelaksanaan resepsi pernikahan masyarakat Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara. Hasil penelitian ini sebagai analisa penulis adalah tradisi dalam nikah gantung sebelum pelaksanaan resepsi pernikahan masyarakat Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar dalam perkawinan ada istilahnya nikah gantung. Nikah gantung adalah pernikahan diantara pasangan pengantin yang tidak duduk serumah dalam satu tempoh yang ditetapkan hasil persetujuan bersama kedua belah pihak. Dalam nikah gantung ada sebuah tradisi yang diberlakukan oleh masyarakat Sungai Tonang Kecamatan Kampar Utara dimana suami istri belum boleh serumah selama resepsi pernikahan belum dilaksanakan. Ada sanksi yang diterima bagi melanggarnya yaitu dalam bentuk tidak dihargai oleh masyarakat, dikucilkan dalam masyarakat. Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan dan menganalisa tradisi yang ada dalam nikah gantung tersebut bertentangan dengan hukum Islam, karena dalam hukum Islam ketika orang sudah melakukan ijab qabul dan sudah memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat perkawinan maka hukumnya sudah sah, walaupun belum melaksanakan walimatul ursiy. Orang sudah boleh serumah suami istri, sudah boleh melakukan hubungan suami istri, bahkan sudah timbul hak dan kewajiban suami istri. Terlebih lagi ketika orang menikah dengan tujuan untuk menghindari perbuatan dosa, zina dan punya keinginan untuk menyalurkan nafsu seknya secara sah atau halal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 14 Sep 2016 08:00
Last Modified: 14 Sep 2016 08:00
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7308

Actions (login required)

View Item View Item