Kedudukan Anak Sebagai Wali Nikah Bagi Ibu ( Analisis Terhadap Pendapat Imam Malik )

Muhammad Sikamri, (2014) Kedudukan Anak Sebagai Wali Nikah Bagi Ibu ( Analisis Terhadap Pendapat Imam Malik ). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (63kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (108kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (131kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (18kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (22kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul “Kedudukan Anak Sebagai Wali Nikah Bagi Ibu (Analisis Terhadap Pendapat Imam Malik)”. Ini ditulis berdasarkan latar belakang pemikiran ulama, bahwa para ulama sama-sama mengakui adanya wali dalam pernikahan. Namun, mereka berbeda pendapat terhadap wali mana saja yang lebih utama mempunyai hak untuk menikahkannya, dan siapa saja yang menjadi urutan wali-wali dalam pernikahan. Dengan demikian dalam skripsi ini penulis menelusuri dan menganalisa bagaimana pendapat imam malik tentang kedudukan anak sebagai wali nikah bagi ibu, bagaimana metode istimbat hukum Imam Malik tentang kedudukan anak sebagai wali nikah bagi ibu dan analisa Fiqih Munakahat tentang kedudukan anak sebagai wali nikah bagi ibunya Adapun tujuan dari penelitian ini penulis maksudkan adalah untuk mengetahui pendapat imam malik tentang kedudukan anak sebagai wali nikah bagi ibu, metode istimbat hukum Imam Malik tentang kedudukan anak sebagai wali nikah bagi ibu dan analisa Fiqih Munakahat tentang kedudukan anak sebagai wali nikah bagi ibu Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan kitab Mudawanah Al Kubrah dan Al-Muwaththa’ sebagai rujukan primernya. Sedangkan bahan sekunder dalam tulisan ini adalah sejumlah literatur yang ada dalam kaitannya dengan penelitian ini seperti Fiqih Munakahat, karangan Drs. Slamet Abiding, kitab Bidayatul Mujtahid karangan Ibn Rusdy serta literatur lainnya. Adapun metode analisa data yang digunakan adalah metode deskriptif, komperatif dan analisis conten. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah, Imam Malik memandang bahwa yang utama menjadi wali untuk menikahkan ibu adalah anak kandung sendiri. Sedangkan metode istimbat yang digunakan Imam Malik dalam mendahulukan anak menjadi wali nikah bagi ibunya adalah berdasarkan hadist ummu salamah Dengan memperhatikan metode yang digunakan Imam Malik diatas adalah hadist dari ummu salamah, yang digunakan Imam Malik dalam mendahulukan anak menjadi wali nikah bagi ibunnya, hadist ini bisa dijadikan hujjah karena hadist ini saheh sanadnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 14 Sep 2016 07:46
Last Modified: 14 Sep 2016 07:46
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7299

Actions (login required)

View Item View Item