Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PEMIKIRAN HUKUM BUYA HAMKA DALAM PENAFSIRANNYA TENTANG AYAT-AYAT TABARRUJ

MOECHADI, - (2023) PEMIKIRAN HUKUM BUYA HAMKA DALAM PENAFSIRANNYA TENTANG AYAT-AYAT TABARRUJ. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (829kB)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI MOECHADI.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Moechadi (2023): Pemikiran Hukum Buya Hamka Dalam Penafsirannya Tentang Ayat-Ayat Tabarruj Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi adanya larangan tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah terdahulu sebelum datangnya Islam, perempuan dilarang menampakkan perhiasannya baik menonjolkan apa yang ada pada dirinya maupun menambahi sesuatu untuk diperlihatkan kepada selain mahramnya.Perempuan yang dianggap sudah mukallaf mesti mengetahui larangan tabarruj di dalam Al-Qur’an, Tafsir Al-Azhar karya buya hamka menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat agar petunjuk-petunjuk dari Al-Qur’an mudah dipahami dan diamalkan oleh semua golongan masyarakat. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana penafsiran Buya Hamka dalam penafsirannya tentang ayat-ayat tabarruj, dan bagaimana analisis fiqh terhadap pemikiran hukum Buya Hamka dalam penafsirannya tentang ayat-ayat tabarruj. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka dalam penafsirannya tentang ayat-ayat tabarruj dan menjelaskan analisis fiqh terhadap pemikiran hukum buya hamka dalam penafsirannya tentang ayat-ayat tabarruj. Penelitian ini berbentuk studi kepustakaan (library research). Sumber yang dipakai meliputi sumber primer yaitu: Tafsir Al-Azhar karya buya Hamka, sumber sekunder yaitu buku-buku terkait pembahasan pada penelitian ini, dan sumber tersier yaitu kamus. Pembahasan dan dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini adalah Metode penafsirannya, kitab tafsir Al-Azhar menggunakan metode tahlili. Sedangkan jika dilihat dari sumbernya, tafsir Al-Azhar termasuk tafsir Al-Iqtiran. Dalam metode penafsiran Buya Hamka sangat dipengaruhi oleh pemikiran Sayid Rasyid Rida berdasarkan ajaran gurunya Syaikh Muhammad Abduh serta pemikiran Sayyid Qutb. Pemikiran Hukum Buya Hamka dalam menafsirkan tabarruj sebagai upaya mempertontonkan atau sengaja memperlihatkan perhiasan diri maupun perhiasan tambahan yang dipakai seorang perempuan agar menarik perhatian dari orang banyak. Pakaian dan berhias yang dilarang adalah apabila seseorang itu berhias secara berlebihan dan berdandan tetapi dia tidak memiliki keimanan dan ketakwaan pada dirinya. Jika seseorang tidak memiliki ketakwaan maka dapat dipastikan bahwa ia berpakaian dan berhias karena menuruti nafsu semata. Perilaku tabarruj hukumnya haram berdasarkan Al-Qur'an maupun Sunnah. Faktor yang mempengaruhi wanita bertabarruj diantaranya lemahnya iman, tidak memahami nilai-nilai Islam, media massa, serta taqlid (ikut-ikutan). Kata Kunci : Tabarruj, Buya Hamka

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 11 Jul 2023 23:10
Last Modified: 11 Jul 2023 23:10
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/72786

Actions (login required)

View Item View Item