STUDI ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN AL-GHAZALI TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL MENURUT FIQIH MUAMALAH

Abdul Hamid Syahrovi, (2012) STUDI ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN AL-GHAZALI TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL MENURUT FIQIH MUAMALAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2012_201261MUA.pdf

Download (348kB) | Preview

Abstract

Kesejahteraan sosial merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spritual, dan sosial warga negara dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Pemikiran sosio ekonomi al- Ghazali berakar dari sebuah konsep yang dia sebut sebagai “fungsi kesejahteraan sosial Islami”. Menurut al-Ghazali seseorang harus memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya dalam kerangka melaksanakan kewajiban beribadah kepada Allah. Tema yang jadi pangkal tolak seluruh karya al-Ghazali adalah konsep maslahat atau utilitas (kebaikan bersama). Konsep maslahat al-Ghazali yaitu konsep yang mencakup semua aktivitas manusia dan membuat kaitan yang erat antara individu dengan masyarakat lainnya. Menurut al-Ghazali, kesejahteraan dari suatu masyarakat tergantung kepada pencarian dan pemeliharaan lima tujuan dasar. Tujuan dasar maslahat: agama (al-dien), hidup atau jiwa (nafs), keluarga atau keturunan (nasl), harta atau kekayaan (mal), dan intelek atau akal (aql). Al- Ghazali menitikberatkan bahwa sesuai tuntunan wahyu, tujuan utama kehidupan umat manusia adalah mencapai kebaikan di dunia dan akhirat. Al-Ghazali mendefinisikan aspek ekonomi dari fungsi kesejahteraan sosial dalam kerangka hirarki utilitas individu dan sosial tripartite. Hirarki utilitas individu dan sosial yang tripartite yaitu kebutuhan (daruriat), kesenangan atau kenyamanan (hajat), dan kemewahan (tahsinat). Dalam penyelesaiaan penelitian ini, penulis melakukan penelitian kepustakaan, (library research) dimana data dan sumber datanya diperoleh dari penelaahan terhadap literatur-literatur yang sesuai dengan permasalahan. Adapun sumber datanya bahan primer yaiatu merupakan literatur yang dikarang oleh al- Ghazali dalam buku ihya’ ulumuddin. bahan sekunder yaitu merupakan data yang diperoleh dari riset kepustakaan dan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan penelitian. Serta bahan yang memberikan petunjuk ataupun penjelasan terhadap bahan primer dan bahan tersier, seperti kamus, ensiklopedia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka penulis berkesimpulan bahwa bahwa konsep kesejahteraan sosial al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin adalah konsep maslahah atau kesejahteraan sosial atau utilitas (kebaikan bersama), yakni sebuah konsep yang mencakup semua aktivitas manusia dan membuat kaitan yang erat antara individu dengan masyarakat lainnya maka setiap tindakan individu yang merugikan orang lain adalah kezaliman. Dan setiap kezaliman dilarang oleh agama. Kemuadian untuk membangun karakter masyarakat sejahtera dari sebuah konsepnya yang mendorong para pelaku ekonomi untuk tidak hanya terhenti pada tujuan materi saja, tetapi disana masih ada kebutuhan akhirat yang harus dipenuhi, karena kesejahteraan sosial dalam Islam pada intinya mencakup dua hal pokok yaitu, kesejahteraan sosial yang bersifat jasmani dan rohani.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 14 Sep 2016 07:16
Last Modified: 14 Sep 2016 07:16
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7276

Actions (login required)

View Item View Item