PENGARUH TIDAK ADANYA SERTIFIKAT HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK AYAM GORENG TEPUNG MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS DI DESA TANJUNGSAMAK KECAMATAN RANGSANG KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI)

Muhammad Baihaki, (2014) PENGARUH TIDAK ADANYA SERTIFIKAT HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK AYAM GORENG TEPUNG MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS DI DESA TANJUNGSAMAK KECAMATAN RANGSANG KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (45kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (133kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (78kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (8kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini mengkaji tentang Pengaruh Tidak Adanya Sertifikat Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Ayam Goreng Tepung Menurut Perspektif Ekonomi Islam. Adapun permasalahan dalam skripsi ini yaitu Apakah pengaruh tidak adanya sertifikat halal terhadap keputusan pembelian produk ayam goreng tepung di desa tanjungsamak kecamatan rangsang dan bagaimana tinjauan ekonomi Islam. Untuk meneliti masalah ini penulis memilih di Desa Tanjungsamak Kecamatan Rangsang yang tepatnya di Ibu kota Tanjungsamak, karena lokasi ini mudah untuk mengambil data. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah di Desa Tanjungsamak Kecamatan Rangsang sudah menggunakan konsep ekonomi Islam yang sebenarnya. Adapun sumber data yang di pakai yaitu data primer dan data skunder, dan analisis datanya yaitu deskriftif, deduktif, dan induktif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang di gunakan ialah observasi, wawancara, dan angket, metedologi ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: berdasarkan observasi ditemukan bahwa konsumen tidak memperhatikan akan ada tidaknya sertifikat/lebel halal pada produk ayam yang dibelinya dipasar Tanjungsamak Kecamatan Rangsang. pada dasarnya produk daging ayam Impor dari berbagai daerah yaitu: selatpanjang, tanjung balai karimun dan batam. Dari tiga daerah peng Impor produk daging ayam tersebut adalah orang-orang cina. Berdasarkan observasi yang dilakukan dari tiga daerah peng Impor produk daging ayam tersebut masih belum memiliki sertifikat/lebel halal, biasanya produk daging ayam Impor ini dibawa menggunakan kapal atau pompong khusus pembawa ikan dan daging ayam. Di karenakan jarak atau daerah ke tiga peng Impor tersebut jauh maka daging ayam harus dibekukan dengan es agar daging ayam tersebut bisa bertahan lama dan tidak membusuk. Adapun penampung di pasar tanjungsamak kecamatan rangsang adalah Along (orang cina), dan daging Impor inilah yang dijadikan ayam goreng tepung di desa tanjungsamak kecamatan rangsang, sedangkan pemilik ayam goreng tepung adalah pak rakhmad. hal ini masih diragukan oleh konsumen atas ayam goreng tepung yang dibelinya tersebut. Setelah penulis menganalisis dari hasil observasi, wawancara, dan angket maka dapat diketahui, apakah masalah diatas sudah bisa dikatakan halal menurut konsep ekonomi Islam yang sebenarnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 14 Sep 2016 07:06
Last Modified: 14 Sep 2016 07:06
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7273

Actions (login required)

View Item View Item