Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KONTEKSTUALISASI HADIS RAHIM SEWAAN DAN STATUS ANAK YANG DILAHIRKAN

F. MAULANI KULSUM, - (2023) KONTEKSTUALISASI HADIS RAHIM SEWAAN DAN STATUS ANAK YANG DILAHIRKAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI F. MAULANI KULSUM.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Kontekstualisasi Hadis Rahim Sewaan dan Status Anak yang Dilahirkan”. Dizaman yang semakin berkembang ini, teknologi kedokteran telah menemukan solusi bagi pasangan suami istri yang mengalami kesulitan dalam memperoleh anak. Dikenal dengan istilah bayi tabung, proses inseminasi buatan ini merupakan metode pembuahan yang dilakukan di luar rahim istri. Setelah terjadi pembuahan, zygot akan ditumpangkan ke dalam rahim istri. Tetapi, dalam beberapa kondisi ada yang rahimnya tidak bisa ditumpangkan karena berbagai macam faktor. Dari kondisi ini, muncullah fenomena rahim sewaan yakni dimana seorang perempuan menyewakan rahimnya kepada sepasang suami istri. Dalam Islam, hal ini jelas diharamkan dikarenakan lebih banyak mudharat-nya daripada maslahat-nya. Salah satunya dalam menentukan status anak yang dilahirkan tersebut. Dari permasalahan ini, dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana status dan pemahaman hadis mengenai status anak yang dilahirkan dari rahim sewaan tersebut serta bagaimana kontekstualisasi hadis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian library research. Adapun hasil dari penelitian ini adalah hadis riwayat Imam Abu Daud no. 2185 tentang haramnya memasukkan benih ke rahim perempuan lain berstatus shahih lighairihi, hadis riwayat Imam An-Nasa’i no. 5645 tentang pengingkaran nasab berstatus hasan lighairihi dan hadis riwayat Imam Ibnu Majah no. 2610 tentang status/nasab seorang anak berstatus shahih. Adapun pemahaman dan kontekstualisasi dari ketiga hadis ini yaitu haramnya memasukkan benih/sperma ke dalam rahim perempuan lain yang bukan istrinya. Dan status anak yang dilahirkan dari proses penyewaan rahim ini adalah berstatus anak zina. Dalam Islam, anak tersebut tidak bisa dinasabkan kepada ayah yang memiliki benih sehingga anak tersebut hanya bisa dinasabkan kepada ibu yang mengandung dan melahirkannya, bukan ibu yang memiliki benih. Hal ini berdasarkan pendapat mayoritas ulama dengan landasan ayat al-Qur’an bahwa ibu yang mengandung dan melahirkan lebih mempunyai beban yang luar biasa dari pada ibu yang memiliki benih. Kata Kunci: Kontekstualisasi, Hadis, Rahim Sewaan, Status Anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 11 Jul 2023 03:19
Last Modified: 11 Jul 2023 03:19
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/72724

Actions (login required)

View Item View Item