Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

IMPLEMENTASI LARANGAN PUBLIKASI AIB DIRI SENDIRI DALAM HADIS PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL

RAHLIA ENDAWARTI, - (2023) IMPLEMENTASI LARANGAN PUBLIKASI AIB DIRI SENDIRI DALAM HADIS PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
KECUALI BAB IV.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Implementasi Larangan Publikasi Aib Diri Sendiri Dalam Hadis Prespektif Psikologi Sosial”. Allah melarangan umat nya untuk mempublikasikan aib diri sendiri karena akan menimbulkan mudharat jika tersebar luas. Suatu individu sangat memerlukan berinteraksi dengan sesamanya maupun lingkungannya, seseorang yang mencoba mengkomunikasikan atau menceritakan tentang dirinya secara sukarela ini akan mencerminkan siapa dirinya, dan menerima reinforcement positif atau negatif tergantung dari apa yang ia bagikan dalam kehidupan sosialnya. Perbuatan mempublikasikan aib diri sendiri dapat menjauhkan kita dari ampunan Allah SWT, dan merupakan perbuatan yang tercela serta meremehkan hak Allah, Rasul dan orang-orang mukmin. Dari permasalahan ini, dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana pemahaman hadits tentang larangan mempublikasikan aib diri sendiri serta bagaimana implementasi hadis larangan publikasi aib diri sendiri prespektif psikologi sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research). Sumber data dalam penelitian ini adalah hadis Nabi tentang larangan mempublikasikan aib diri sendiri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sanad hadis tentang larangan mempublikasikan aib diri sendiri ini berkualitas shahih dan dapat dijadikan hujjah dalam pengamalannya. Implementasi larangan mempublikasikan aib diri sendiri adalah dengan menyadari bahwa kita umat muslim berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan hadis Rasulullah, dan kita hidup dalam bermasyarakat yang memiliki hukum tertentu yaitu hukum sosial. Sengaja publikasi aib diri menimbulkan mudharat untuk diri sendiri dan lingkungan sosial yakni terjerumus kepada dua perkara yang terlarlarang yaitu, menampakkan-nampakkan maksiat (aib) maksudnya terang-terangan dalam melakukan maksiat dan menyerupai perbuatan pelawak (tidak memperhatikan perkataan dan perbuatan) dan berpotensi perbuatan tercela (publikasi aib) tersebut dapat ditiru oleh orang lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 10 Jul 2023 03:30
Last Modified: 10 Jul 2023 03:30
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/72606

Actions (login required)

View Item View Item