WANITA HAMIL DILUAR NIKAH DAN AKIBAT HUKUMNYA MENURUT ADAT ISTIADAT NAGARI LUBUK ALAI DI TINJAU MENURUT HUKUM ISLAM

Kartono, (2014) WANITA HAMIL DILUAR NIKAH DAN AKIBAT HUKUMNYA MENURUT ADAT ISTIADAT NAGARI LUBUK ALAI DI TINJAU MENURUT HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (111kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (91kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (17kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “Wanita Hamil diluar Nikah dan Akibat Hukumnya menurut Adat Istiadat Nagari Lubuk Alai di tinjau menurut Hukum Islam”. Masyarakat adat yang selalu menjalankan hukum adat secara konsisten adalah masyarakat adat Minangkabau. Adat di Minangkabau memiliki ciri khas tersendiri dengan adat suku-suku lain di Indonesia. Kekhasan itu terutama disebabkan karena masyarakat Minangkabau menganut sistem garis keturunan menurut Ibu atau Matrilineal. Nagari Lubuk Alai dalam menghukum pelaku zina dengan Nagari memakai Adat Luhak 50 dan menerapkan Adat Istiadat khusus untuk Nagari Lubuk Alai sendiri. Pemakaian Adatnya "Kondu badontiang-dontiang Togang ba eloelo "Artinya; jika ada masalah dan memerlukan Datuk (ninik mamak) dibayar hutang terlebih dahulu bare masalah diselesaikan, dan permasalahan tersebut apa bila sudah sampai kepada Ninik Mamak maka tidak bisa ditolak atau ditunda lagi. Masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana sanksi adat terhadap wanita hamil diluar nikah menurut hukum adat Nagari Lubuk Alai ?, Apa akibat hukum wanita hamil diluar nikah menurut hukum adat Nagari Lubuk Alai ?, Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap sanksi hukum adat tersebut ? Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui dan memahami ketentuan adat terhadap wanita hamil diluar nikah menurut hukum adat istiadat nagari Lubuk Alai. Untuk mengetahui dan memahami akibat hukum wanita hamil diluar nikah menurut hukum adat istiadat nagari Lubuk Alai. Untuk mengetahui dan memahami tinjauan hukum Islam terhadap sanksi hukum adat tersebut.. Lokasi penelitian dilaksanakan dilakukan di Nagari Lubuk Alai Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat. Yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh masyarakat nagari Lubuk Alai dan yang menjadi objek dalam penelitian adalah wanita hamil diluar nikah menurut hukum adat istiadat Nagari Lubuk Alai. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah b orang ninik mamak, tokoh agama 1 orang, dan 4 orang wanita hamil diluar nikah. pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Sumber data penelitian ini meliputi data primer, data sekunder dan data terrier. Teknik pengumpulan data melalui obsevasi, wawancara,. Metode analisa data menggunakan deskriftif kualitatif Metode penulisan yang digunakan adalah induktif. Hasil penelitian ini bahwa Ninik mamak mempunyai kewenangan untuk memutuskan setiap persoalan yang terjadi dan anak cucu kemanakan akan melaksanakan keputusan tersebut. Hukuman yang dijatuhkan terhadap wanita yang hamil diluar nikah mereka harus menikah dengan laki-laki yang menghamilinya atau laki-laki lain dan mereka harus membayar denda. Jika tidak dilaksanakan maka wanita tersebut akan diusir dari nagari Lubuk Alai. Hukum adat tidak mengenal dengan penjara, namun dalam hukum adat setiap keputusan atau hukuman yang dijatuhakan oleh ninik mamak yang melakukan perzinahan atau hamil diluar nikah, laki-laki yang menghamilinya untuk dikawini dan membayar denda adat kapada masyarakat Nagari Lubuk Alai dan jika tidak ada yang bertanggungjawab maka pelaku akan diusir dari nagari Lubuk Alai. Hukum Islam membolehkan menikahi wanita yang telah dizinai, jika wanita tersebut betul-betul telah bertaubat pada Allah dan telah melakukan istibro (membuktikan kosongnya rahim dari mani hasil zina), Jika tidak terpenuhi dua syarat ini, maka tidak boleh menikahinya walaupun dengan maksud untuk menutupi aibnya di masyarakat. Apa bila perempuan hamil karena zina dinikahinya juga maka pernikahannya tidak sah, sekalipun yang menikahinya lakilaki yang menzinahinya atau laki-laki lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 13 Sep 2016 07:54
Last Modified: 13 Sep 2016 07:54
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7251

Actions (login required)

View Item View Item