Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

STUDI PERBANDINGAN TENTANG KRITERIA ORANG KAYA YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT MENURUT ULAMA EMPAT MAZHAB

Ahlami Binti Muhamad (2015) STUDI PERBANDINGAN TENTANG KRITERIA ORANG KAYA YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT MENURUT ULAMA EMPAT MAZHAB. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (126kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (76kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (20kB) | Preview

Abstract

Skripsiiniberjudul “STUDI PERBANDINGAN KRITERIA ORANG KAYA YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT MENURUT ULAMA EMPAT MAZHAB”. Latar belakang penulis mengangkat permasalahan ini adalah karena penulis melihat bahwa tidak ramai anggota masyarakat yang kurang faham mengenai boleh atau tidaknya orang kaya untuk menerima zakat. Maka, fenomena ini menarik perhatian penulis untuk mengkaji dalam sebuah penelitian : Pertama, bagaimanakah menurut pendapat Ulama empat Mazhab tentang kriteria orang kaya yang berhak menerima zakat. Kedua, bagaimana dalil istinbat yang digunakan oleh masing-masing mazhab yang empat. Ketiga, bagaimana analisis tentang kriteria orang kaya yang berhak menerima zakat menurut ulama empat mazhab.Penelitian ini adalah bersifat Libbary Reseach iaitu studi kepustakaan dan sumber primer dalam kajian ini adalah Kitab Mukhtasar Muzanni ala Al Umm dan Kitab Muhalla dari Imam Hazm Manakala sumber kedua pula diperoleh dari pelbagai literarur yang ada kaitannya dengan masalah penelitian ini. Para Ulama telah sepakat orang kaya berhak menerima zakat. Namun mereka berbeda pendapat mengenai standar atau batas kekayaan yang menghalangi seseorang menerima zakat. Para Ulama di sini ada dua arus pandangan. Pandangan pertama, pandangan yang memberikan batas tertentu, pandangan ini sekaligus dipegang oleh Mazhab Hanafi, di mana pandangan ini memberikan batasan bagi kekayaan seseorang, yang menyebutkan bahawa barangsiapa memiliki kekayaan dalam batas tertentu maka orang tersebut haram menerima zakat. Pandangan kedua yang menjadi pandangan Mazhab Syafi’i, Maliki dan Ibn Hanbal tidak memberikan batasan, menurut mazhab ini orang yang mempunyai satu nisab atau lebih dari zakat tetapi cukup untuk diri dan keluarganya, maka orang tersebut berhak menerima zakat. Dari hasil penelitian ini, penulis berpendapat bahawa pandangan ketiga Ulama Syafi’i, Maliki dan Ahmad Ibn Hanbal lebih kuat untuk diamalkan kerana didukung oleh syariah baik nash maupun jiwanya. Seseorang dianggap kaya atau miskin diukur dari lapang atau sempitnya hidup dan dalam erti kata lain zakat adalah suci serta berkembang atau tumbuh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.8 Sekte-sekte dalam Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 12 Sep 2016 19:08
Last Modified: 12 Sep 2016 19:08
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/7230

Actions (login required)

View Item View Item