Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

KAJIAN ETNOSAINS TRADISI MENANGKAP BURUNG KUAGHAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA (STUDI KASUS DI DESA PENYASAWAN KABUPATEN KAMPAR)

INDRY ZUSNIATI PANE, - (2023) KAJIAN ETNOSAINS TRADISI MENANGKAP BURUNG KUAGHAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA (STUDI KASUS DI DESA PENYASAWAN KABUPATEN KAMPAR). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI INDRY ZUSNIATI PANE.pdf

Download (17MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Indry Zusniati Pane, (2023): Kajian Etnosains Tradisi Menangkap Burung Kuaghan Sebagai Sumber Belajar IPA (Studi Kasus di Desa Penyasawan, Kabupaten Kampar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi menangkap burung kuaghan dan menganalisis konsep sains serta kelayakan sebagai sumber belajar IPA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan angket uji kelayakan. Analisis data kualitatif seperti wawancara menggunakan metode Miles-Huberman dan data kualitatif seperti kelayakan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi burung kuaghan yaitu spesies turdus obscurus yang merupakan jenis burung kicau di daerah Desa Penyasawan. Burung ini termasuk famili turdidae. Adapun alat yang digunakan untuk proses penangkapan burung kuaghan masih menggunkan alat tradisional yaitu burung kuaghan sebagai pemikat, pohon madang salawai, kayu segi empat yang dipasang pada dahan pohon, candiok, campuran ketiga getah, laghe, kandang dan kopuok. Konsep IPA yang terdapat pada tradisi menangkap burung kuaghan yaitu klasifikasi makhluk hidup, struktur dan fungsi tumbuhan, getaran, gelombang dan bunyi serta zat dan karakteristik. Tradisi menangkap burung kuaghan masuk di kategori layak dijadikan sumber belajar IPA karena memenuhi aspek kemudahan akses dengan skor 90%, aspek keamanan dengan skor 80%, aspek efisien waktu dengan skor 90% dan aspek kesesuaian materi ajar dengan skor 100%. Tradisi menangkap burung kuaghan dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal. Kata kunci: Etnosains, burung kuaghan, sumber belajar IPA

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum > 001 Ilmu Pengetahuan
000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Tadris IPA
Depositing User: ftk -
Date Deposited: 27 Jun 2023 03:23
Last Modified: 27 Jun 2023 03:23
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/72113

Actions (login required)

View Item View Item