Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

EVALUASI PENGGUNAAN STARTER KOMERSIAL TERHADAP PROFIL SILASE BERBAHAN RUMPUT KUMPAI, BUNGKIL INTI SAWIT, DAN AMPAS TAHU

I’MAL MAULANA AZIZ, - (2023) EVALUASI PENGGUNAAN STARTER KOMERSIAL TERHADAP PROFIL SILASE BERBAHAN RUMPUT KUMPAI, BUNGKIL INTI SAWIT, DAN AMPAS TAHU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
PEMBAHASAN.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text
TANPA BAB IV.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

EVALUASI PENGGUNAAN STARTER KOMERSIAL TERHADAP PROFIL SILASE BERBAHAN RUMPUT KUMPAI, BUNGKIL INTI SAWIT, DAN AMPAS TAHU I’mal Maulana Aziz (11980112660) Di bawah bimbingan Sadarman dan Yendraliza INTISARI Rumput kumpai merupakan hijauan pakan dengan karakteristik banyak tumbuh di lahan rawa, produktivitas tinggi dengan kandungan serat kasar hampir 35% sehingga dapat dijadikan sebagai pakan ruminansia. Pemberian rumput kumpai dapat dikombinasikan dengan bahan pakan lain seperti bungkil inti sawit dan ampas tahu, baik dalam kondisi segar maupun dalam bentuk awetan atau silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan EM4 atau starter komersial terhadap profil fermentasi silase berbahan kumpai, BIS, dan ampas tahu. Pembuatan, pemanenan, pengejusan silase, dan pengujian pH dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Riau. Pengujian Water Soluble Carbohydrate, amonia, dan total VFA dilakukan di Laboratorium Ternak Perah Fakultas Peternakan IPB University. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan dimaksud adalah P1: 80% Rumput Kumpai + 10% BIS + 10% Ampas Tahu (kontrol), P2, P3, P4, dan P5 masing-masing ditambah dengan starter komersial sebanyak 1%, 2%, 3%, dan 4% BK, selanjutnya diensilasekan selama 30 hari pada suhu kamar. Parameter yang diukur adalah pH, Kehilangan Bahan Kering (KBK), WSC, amonia, dan total VFA. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam, perbedaan nilai parameter antar perlakuan diuji lanjut dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan starter komersial dapat menghasilkan silase berkualitas baik (P<0,05). Silase yang dihasilkan mengandung pH 4,33 (starter komersial 1% BK), KBK 3,03% (starter komersial 4% BK), kandungan WSC tertinggi 5,96% (starter komersial 1% BK), amonia terendah 2,83 mM (starter komersial 4% BK), dan total VFA terbaik adalah 54,4 mM (starter komersial 1% BK). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan starter komersial 1% BK (P2) dapat menghasilkan silase berkualitas baik dilihat dari nilai pH, WSC, dan total VFA. Kata kunci: Ampas tahu, bungkil inti sawit, EM4, rumput kumpai, profil fermentasi, silase

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Peternakan
Depositing User: fapertapet -
Date Deposited: 19 Jun 2023 07:14
Last Modified: 19 Jun 2023 07:14
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/71647

Actions (login required)

View Item View Item