KEDUDUKAN SAKSI DALAM TALAK DAN RUJUK MENURUT IMAM AL-SYAFI’I

Aminudin, (2011) KEDUDUKAN SAKSI DALAM TALAK DAN RUJUK MENURUT IMAM AL-SYAFI’I. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201111.pdf

Download (514kB) | Preview

Abstract

Allah menjadikan manusia dalam berpasang-pasangan guna menciptakan ketenangan dan keharmonisan dalam kehidupan ini. Keberpasangan manusia bukanlah bersifat kontradiktif antara satu dengan yang lain, melainkan bersifat komplementer, yakni saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Dikarenakan konsep keberpasangan inilah manusia membangun kehidupan rumah tangga yang tenang, harmonis, serta bahagia. Seiring dalam perjalanan berumah tangga, terkadang muncul konflik sehingga rumah tangga yang diharapkan mampu memberikan ketenangan akhirnya menjadi berantakan disebabkan tidak adanya solusi dalam mengatasi konflik tersebut. Biasanya jalan yang akan ditempuh adalah dengan cara talak dan diakhir iddahnya dengan rujuk apabila suami dan istri telah sepakat.. Skripsi yang berjudul “Kedudukan Saksi Dalam Talak Dan Rujuk Menurut Imam al-Syafi’i”. Studi tentang pendapat Imam al-Syafi’i tentang kedudukan saksi dalam menjatuhkan talak dan rujuk yang sesuai dengan hukum Islam dalam kajian secara teoritis terutama dalam bidang hukum Islam (fiqh). Pembahasan ini dirasa penting sebagai bahan kajian hukum Islam karena saksi dalam proses menjatuhkan talak dan rujuk kaitannya erat dengan hubungan antar manusia yang tentu saja diatur dalam ajaran Islam. Terutama dalam pendapat Imam al-Syafi’i yang mayoritas dianut oleh masyarakat Indonesia. Dalam pembahasannya metode ijtihad yang digunakan Imam al-Syafi’i dalam menentukan kedudukan saksi dalam talak dan rujuk adalah berdasarkan teks ayat al-Qur’an yang secara tegas mesti menghadirkan saksi dalam menjatuhkan talak dan rujuk kepada isteri. Selanjutnya adapun yang menjadi saksi dalam proses menjatuhkan talak dan rujuk adalah yang terdiri dari minimal dua (2) orang saksi laki-laki dan bukan wanita. Dan adapun syarat-syarat untuk menjadi saksi adalah orang yang adil, merdeka, baligh, dan memahami kesaksian yang ia berikan demi untuk kesempurnaan talak dan rujuk itu sendiri. Adapun hukum menghadirkan saksi dalam menjatuhkan talak (cerai) dan rujuk kepada isteri menurut Imam al-Syafi’i adalah wajib ikhtiar (pilihan) yakni bukan suatu kewajiban yang mesti dilaksanakan dan berdosa apabila ditinggalkan disebabkan Imam al-Syafi’i tidak menemukan pendapat dari kalangan ahli ilmu yang mengharamkan bila tidak menghadirkan saksi dalam menjatuhkan talak dan rujuk tersebut. Adapunyang menjadi permasalahan dalam penelitian adalah Bagaimana kekuatan kesaksian dalammasalah talak dan rujuk menurut imam al-Syafi’i,berapa jumlah saksi dalam masalah talak dan rujuk menurut imam al-Syafi’i, dan apa saja rukun dan syarat saksi dalam masalah talak dan rujuk menurut imam al-Syafi’i, Pembahasan dalam masalah ini merupakan salah satu kajian yang berbentuk penelitian kepustakaan (Library Research) yang bersifat Conten Analysist. Yaitu menelusuri buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah yang dibahas, seperti Kitab “al-Umm” karangan Imam Abi Abdillah Muhammad Bin Idris al Syafi’i, Penerbit Daar al-Fikri Beirut, Juz 7 Halaman 88-89,Tanpa Tahun, Bab Menerangkan Tentang Persaksian Dalam Talak. Berdasarkan analisis dari data data tersebut, tanpa mengurangi rasa hormat atas jasa besar para ulama, pendapat Imam al-Syafi’i yang mewajibkan walaupun tidak berdosa tidak menghadirkan saksi dalam menjatuhkan talak dan rujuk, pendapat Imam al-Syafi’i beserta argumennya dapat diterima karena sesuai dengan nalar Qur’ani.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 12 Jan 2016 05:20
Last Modified: 12 Jan 2016 05:20
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/716

Actions (login required)

View Item View Item