Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

ASPEK TEOLOGIS DALAM FILSAFAT EKSISTENSIALISME SOREN AABYE KIERKEGAARD

FAISAL, - (2023) ASPEK TEOLOGIS DALAM FILSAFAT EKSISTENSIALISME SOREN AABYE KIERKEGAARD. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI LENGKAP-3.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang aspek teologis dalam filsafat eksistensialisme Soren Aabye Kierkegaard. Di dalam pemikiran Soren Aabye Kierkegaard ia berusaha menyelaraskan pandangan manusia sesuai dengan eksistensialisme yang bersesuaikan dengan aspek Teologis. Menurut Soren Aabye Kierkegaard setiap manusia sangat penting untuk bereksistensi agar manusia mengakui keberadaanya, sehingga setiap manusia memiliki pilihan hidupnya. Setiap manusia pasti akan dihadapkan oleh pilihan-pilihan dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep eksistensialisme menurut Soren Aabye Kierkegaard dan aspek teologis dalam konsep eksistensialisme menurut Soren Aabye Kierkegaard. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer diambil dari karya Soren Aabye Kierkegaard. Data sekunder diambil dari berbagai referensi seperti buku, jurnal dan artikel yang relevan dengan kajian ini. Dalam analisis data digunakan metode analisis isi (content analisys). Menurut Soren Aabye Kierkegaard ada tiga tahapan manusia untuk mencapai eksistensialisme, yang pertama estetis, manusia pada tahap ini merupakan manusia yang bebas, tidak terbatas sehingga wajar jika aturan moral ditolak pada tahap ini karena adanya aturan moral dianggap membatasi mereka dalam menikmati hidup mereka. Manusia pada tahap ini diperbudak oleh perasaan mereka sendiri, sehingga mereka tidak lagi memperhatikan antara yang baik dan buruk. Yang kedua etis, manusia pada tahap ini menganggap bahwa aturan atau norma yang ada merupakan sebuah batasan bagi mereka. Bagi mereka aturan merupakan hal yang penting dalam kehidupannya, karena aturan akan membimbing dan mengarahkan hidupnya. Yang ketiga religius, manusia pada tahap ini ditandai dengan pengakuan diri akan Tuhan dan kesadaran diri sebagai pendosa yang membutuhkan pengampunan. Setiap manusia membuat komitmen sendiri serta berjanji tidak akan kembali ke tahap etis karena hanya berfokus pada Tuhan saja. Dengan melakukan hal tersebut, maka ia akan terbebas dari rasa kecemasan dan ketakutan. Menurut Soren Aabye Kierkegaard yang Ilahi ialah yang Ilahi, dan manusia tetaplah manusia, keduanya tidak bisa disama ratakan. Karena manusia hanyalah ciptaan bukan yang menciptakan, yang diciptakan pada akhirnya akan kembali ke sang pencipta. Dan yang menciptakan akan selalu menjadi hakim untuk semua makhluk yang diciptakan. Kata Kunci : Manusia, Eksistensialisme, Soren Aabye Kierkegaard

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah dan Filsafat
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 15 Jun 2023 02:40
Last Modified: 15 Jun 2023 02:40
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/71467

Actions (login required)

View Item View Item