PELAKSANAAN NAFKAH SUAMI YANG MERANTAU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEUTUHAN RUMAH TANGGA MENURUT HOKUM ISLAM (Studi di Desa Tanjung Kecamatan XIII Koto Kampar)

Asri, (2011) PELAKSANAAN NAFKAH SUAMI YANG MERANTAU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEUTUHAN RUMAH TANGGA MENURUT HOKUM ISLAM (Studi di Desa Tanjung Kecamatan XIII Koto Kampar). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201117.pdf

Download (461kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul: “PELAKSANAAN NAFKAH SUAMI YANG MERANTAU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEUTUHAN RUMAH TANGGA MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI DI DESA TANJUNG KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR)”. Penelitian ini mengkaji tentang kebiasaan masyarakat dalam hal ini suami yang merantau ke Malaysia karna sudah dari duhulu masyarakat Tanjung merantau ke Malaysia menjadi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ), dimana ditemukan suami yang merantau menelantarkan istri dan anaknya dalam kewajiban pembayaran nafkah dan pemimpin dalam rumah tangga sehingga istri dan anak terabaikan jadi terpaksa istri memikul tanggung jawab suami padahal hal ini sangat dilarang dalam Islam. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan nafkah suami yang merantau, dampak suami yang merantau terhadap keutuhan rumah tangga serta untuk mengetahui bagaimana pandangan hukum Islam terhadap pelaksanaan nafkah suami yang merantau dan dampaknya terhadap keutuhan rumah tangga menurut Hukum Islam di Desa Tanjung Kecamatan XIII Koto kampar/ Koto Kampar Hulu. Adapun bentuk penelitian ini dilakukan dengan pendekatan secara kualitatif yaitu data-data yang sudah terkumpul diklasifikasi ke dalam ketegori ketegori berdasarkan persamaan jenis data yang kemudian data tersebut diuraikan lalu dibandingkan antara satu sama lainnya sehingga diperoleh gambaran yang utuh tentang masalah yang di teliti. Sedangkan yang menjadi populasi penelitian ini yaitu istri suami merantau ke Malaysia di Desa Tanjung Kecamatan XIII Koto Kampar/ Koto Kampar Hulu mulai tahun 2004-2010, yang berjumlah 200 Istri dan mengambil sampel 50 Istri atau 25 % dari populasi dengan teknik Claster Sampling di karnakan suami yang merantau berbeda tanggung jawabnya. Karna ada yang belum punya anak, ada yang sudah punya anak dan ada yang lama merantau. Jadi dari setiap ketegori diambil sampel 20 % yakni 10 istri yang belum punya anak, 10 istri yang sudah punya anak, 10 istri yang suaminya merantau 1 tahun, 10 istri yang suaminya merantau 2 tahun dan 10 istri yang suaminya merantau 3-4 tahun. Kemudian untuk menggumpulkan data penulis menggunakan teknik Angket, Wawancara, Opservasi dan Studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis berkesimpulan bahwa pelaksanaan nafkah suami yang merantau dan dampaknya terhadap keutuhan rumah menurut Hukum Islam yakni dapat dilaksanakan oleh suami. Dan suami yang merantau berdampak terhadap keutuhan rumah tangga yaitu istri yang ditelantarkan, perceraian, dan walaupun demikian masih ada sisi positifnya yaitu ekonomi keluarga mapan, menambah devisa Negara, oleh karena itu dengan melihat dampak yang ditimbulkan, maka suami yang merantau ke Malaysia seyogyanya harus izin istri dan ridhonya, bawa langsung istri merantau ke Malaysia, komunikasi yang lancar sehingga ditelantarkan dalam hal pembayaran nafkah, perceraian dan pemimpin dalam keluarga tidak terabaikan tidak akan terjadi. Kalau tidak demikian suami hukumnya haram merantau ke Malaysia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 12 Jan 2016 04:59
Last Modified: 12 Jan 2016 04:59
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/705

Actions (login required)

View Item View Item