PERDAMAIAN DALAM MEMBAGI HARTA WARISAN MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS KELURAHAN SELATPANJANG TIMUR KECAMATAN TEBING TINGGI)

T. Indra Putra, (2011) PERDAMAIAN DALAM MEMBAGI HARTA WARISAN MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS KELURAHAN SELATPANJANG TIMUR KECAMATAN TEBING TINGGI). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2010_201103.pdf

Download (294kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Perdamaian Dalam Pembagian Harta Warisan Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi)”. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui apa faktor penyebab perdamaian dalam membagi harta warisan yang dilakukan masyarakat Selatpanjang Timur, bagaimana bentuk perdamaian dalam membagi harta warisan yang dilakukan masyarakat Selatpanjang Timur dan bagaimana pelaksanaan dalam pembagian warisan pada masyarakat Selatpanjang Timur menurut perspektif hukum Islam. Adapun bentuk penelitian ini dilakukan dengan pendekatan secara kualitatif artinya data-data yang sudah terkumpul diklasifikasikan kedalam kategori – kategori berdasarkan persamaan jenis data yang kemudian data tersebut diuraikan, lalu dibandingkan antara satu sama lainnya sehingga diperoleh gambaran yang utuh tentang masalah yang penulis teliti. Sedangkan yang menjadi populasi adalah selurah ahli waris / keluarga di Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi yang melakukan perdamaian dalam membagi harta warisan dari tahun 2005-2010, namun karena tidak diketahui jumlah populasinya secara pasti, maka peneliti mengambil sampel sebanyak 8 keluarga dengan secara teknik Purposive Sampling. Pembagian harta warisan di Kelurahan Selatpanjang Timur ada dua bentuk. Pertama membagi harta warisan secara rata, dan kedua melebihkan pembagian kepada salah seorang ahli waris. Pada bentuk pertama masing-masing ahli waris tidak ada kecurangan dan merasa senang. Sementara pada bentuk kedua dengan cara melebihkan pembagian terjadi permasalahan diantara ada rasa kecemburuan antara ahli waris yang lain. Sehingga menyebabkan ketidakharmonisan dalam keluarga besar. Berdasarkan hal tersebut peneliti menyimpulkan bahwa pada bentuk pertama sejalan dengan ketentuan hukum Islam, dan sesuai juga dengan Kompilasi Hukum Islam (pasal 183). Sedangkan bentuk kedua dengan pembagi dengan melebihkan pembagian kepada salah seorang ahli waris tidak sejalan dengan hukum Islam, karena tidak mendatangkan kemaslahatan pada masing-masing ahli waris, sehingga sebaiknya pembagian dilakukan berdasarkan faraidh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 12 Jan 2016 04:57
Last Modified: 12 Jan 2016 04:57
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/704

Actions (login required)

View Item View Item