UPAYA TOKOH MASYARAKAT DALAM MENCEGAH KEHAMILAN PRA-NIKAH (Studi Kasus Di Desa Payung Sekaki, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu)

Karim Hidayat (2015) UPAYA TOKOH MASYARAKAT DALAM MENCEGAH KEHAMILAN PRA-NIKAH (Studi Kasus Di Desa Payung Sekaki, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (278kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI BAB I.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI BAB II.pdf

Download (31kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI BAB III.pdf

Download (129kB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI BAB IV.docx
Restricted to Registered users only

Download (69kB)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI BAB. V.pdf

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (18kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “UPAYA TOKOH MASYARAKAT DALAM MENCEGAH KEHAMILAN PRA-NIKAH (Studi di Desa Payung Sekaki Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu)”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya remaja yang melaksanakan pernikahan di Desa Payung Sekaki disebabkan karena keterpaksaan orang tua menikahkan anaknya yang hamil karena Kecelakaan (pergaulan bebas), contohnya si mempelai hamil diluar nikah. Karena merasa malu, orang tua yang mempunyai anak perempuan yang hamil di luar nikah tentu tidak mau membiarkan anaknya melahirkan tanpa suami, karena hal itu akan menjadi emage negatif dikalangan masyarakat. Untuk itu mereka berusaha menikahkan putrinya dengan laki-laki yang telah menghamilinya ataupun bukan, yang penting ketika bayi itu lahir ada ayahnya demi untuk menyelamatkan status anak pasca kelahiran. Adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan tokoh masyarakat terhadap kehamilan pra nikah di Desa Payung Sekaki, apa faktor penyebab terjadinya hamil diluar nikah di Desa Payung Sekaki dan apa saja upaya tokoh masyarakat dalam mencegah kehamilan pra-nikah. Berdasarkan hasil survey sementara di Desa Payung Sekaki tersebut tentang perilaku seksual remaja yang menyebabkan kehamilan remaja tak dikehendaki sekitar ada 5 remaja usia 16-19 tahun yang hamil sebelum nikah, dengan rincian 3 orang pada tahun 2014 dan 1 orang pada tahun 2015, yang masih berpendidikan SLTA ketika kehamilan terjadi ada juga yang sudah tidak melanjutkan lagi. Populasi dari penelitian ini adalah para tokoh masyarakat dan para masyarakat yang berada di Desa Payung Sekaki yang berjumlah 480 (Empat Ratus Delapan Puluh) orang dengan rincian 20 (Dua Puluh) tokoh masyarakat dan 460 (Empat Ratus Enam Puluh) masyarakat, karena populasi masyarakat terlalu banyak maka penulis mengambil sampel untuk mewakili dari populasi masyarakat menjadi 20 (Dua Puluh) orang dengan teknik acak (random sampling) dan untuk tokoh masyarakat penulis teliti keluruhan tokoh masyarakat yang berjumlah 20 (Dua Puluh) tokoh masyarakat. Sumber data dalam p1enelitian ini dikelompokkan kedalam dua kelompok, yaitu data primer dan data sekunder. Sedangkan metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, angket, dan wawancara, kemudian dianalisa dengan metode deskriptif analitis. Adapun hasil yang penulis temukan dalam penelitian ini adalah bahwa masyarakat ada yang masih belum mengerti tentang Islam sehingga pada akhirnya mempengaruhi pola pendidikan dalam keluarga, karena sudah semestinya pendidikan dalam keluarga harus memakai konsep islam, kemudian masih banyak masyarakat yang menganggap biasa tentang pergaulan remaja dengan lawan jenisnya, yang akan berakibat fatal terhadap anak remaja dikemudian hari, ada juga yang penulis temukan remaja di Desa Payung Sekaki berkumpul bersama dengan para orangtua di warung-warung kopi yang menyediakan minuman keras, hal ini membuktikan bahwa pergaulan masyarakat Desa Payung Sekaki kurang memiliki etika, terhadap para remaja. Sehingga banyak kejadian-kejadian menyimpang yang dilakukan oleh para remaja, salah satunya pergaulan bebas yang menyebabkan hamil diluar nikah. Dalam suatu teori dikatan bahwa kokohnya suatu bangunan adalah jika satu sama lain salaing mendukung, seperti sapu lidi tidak akan bisa di gunakan jika terdiri hanya satu batang lidi saja, namun jika lidinya banyak, ia akan bermanfat dan dapat digunakan untuk membersihkan sesuatu, sama halnya dengan masyarakat jika hanya satu keluarga yang baik dalam suatu komponen masyarakat maka tidak bisa juga masyarakat itu menjadi baik, tetapi jika tiap-tiap keluarga itu baik, dan tiap-tiap keluarga itu tebentuklah yang namanya masyarakat maka seluruh masyarakatnya juga baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 31 Aug 2016 05:29
Last Modified: 31 Aug 2016 05:29
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/6635

Actions (login required)

View Item View Item