ANALISIS PUTUSAN PEMUKA ADAT TENTANG PELAKSANAAN PEMBAGIAN HARTA WARISAN ANAK ZINA DI DESA KASIKAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM

Ismail Fahmi, (2015) ANALISIS PUTUSAN PEMUKA ADAT TENTANG PELAKSANAAN PEMBAGIAN HARTA WARISAN ANAK ZINA DI DESA KASIKAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (144kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (55kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (38kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (16kB) | Preview

Abstract

Harta warisan adalah harta yang ditinggalkan oleh seseorang yang telah menunggal dunia (pewaris) kepada keluarganya (ahli waris) yang berhak menerimanya. Syari’at Islam telah menetapkan ketentuan hukum waris secara sistematis, teratur, dan penuh dengan nilai-nilai keadilan. Setiap ahli waris sudah ditetapkan haknya, yang mereka terima setelah pewaris meninggal dunia. Sebagaimana dalam suarat an-Nisa’ ayat 7. Mmeskipun demikian, masih banyak dikalangan masyarakat tertentu yang menjadikan hukum kewarisan tersebut hanya sebagai teori dan formalitas belaka. Yang dalam hal ini hampir di berbagai tempat termasuk di Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Dimana pada pelaksanaan pembagian harta warisan, anak diluar nikah (anak zina) tetap berhak menerima harta warisan dari ayah biologisnya. Padahal dalam hukum Islam anak diluar nikah (anak zina) tidak berhak menerima harta warisan dari ayah biologisnya karena tidak adanya hubungan nasab diantara keduanya. Sebagaimana hadits Rasulullah yang mengatakan. “Rasulullah SAW, menjadikan hak waris anak mula’anah (anak yang lahir diluar nikah) kepada ibu dan ahli waris ibu”. Lokasi penelitian ini ialah di Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembagian harta warisan anak zina di Desa Kasika Kecamatan Tapung Hulu. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui apa yang menyebabkan anak diluar nikah (anak zina) berhak menerima harta warisan, dan juga untuk mengetahui bagaimana tinjauan humkum Islam terhadap permasalahan ini. Subjek dalam penelitian ini adalah datuak Harlis selaku pemuka adat di Desa Kasikan sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah anak diluar nikah (anak zina) yang mendapat harta warisan yang dibagikan oleh datuak Harlis yang masih menetap di Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu. Selanjutnya populasi dalam penelitian ini adalah 4 anak dari 4 pasangan yang anak tersebut anak diluar nikah yang kasus tersebut mulai muncul dari tahun 1989 sampai dengan tahun 2005. Adapun pasangan tersebut berasal dalam satu Desa yaitu Desa Kasikan, maka penulis mengambil 4 anak dari 4 pasangan tersebut sebagai sampel penelitian ini yang sifatnya masih menetap di Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu. Adapun hasil penelitian ini adalah : Pertama, Secara keseluruhan anak diluar nikah dari 4 pasangan di Desa Kasikan bahwa anak tesebut berhak menerima harta warisan dari ayah biologisnya atas dasar kebiasaan atau adat istiadat mereka untuk memberikan rasa keadilan. Kedua, Dari data yang penulis peroleh dilapangan megaskan bahwa yang menjadi penyebab anak diluar nikah (anak zina) berhak atas harta peninggalan ayah biologisnya karena menurut datuak Harlis selaku pemuka adat yaitu masih adanya hubungan darah diantara anak dengan ayah biologisnya. Ketiga, berdasarkan Hadits Abu Daud : عن مكحول ، قا ل: جعل رسول الله صل الله عليه وسلم : مرث ابن الملا عنة لاءمه، ولورثتحامن بعدحا(رواه ابودود) Artinya : Rasulullah SAW, menjadikan hak waris anak mula’anah (anak yang lahir diluar nikah) kepada ibu dan ahli waris ibu. Berdasarkan hadits diatas bila dibandingkan dengan fakta yang ada, maka sangat bertentangan dan hukumnya adalah batal. Seandainyapun anak tersebut diberikan harta warisan bukan sebagai hak warisan baginya melainkan hanya bentuk hibah hadiah atau pemberian itupun setelah harta warisan dibagikan, dan jika pendapat tersebut dibandingkan dengan fakta yang ada, jelas tidak sejalan maka hukumnya adalah Haram.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 31 Aug 2016 05:21
Last Modified: 31 Aug 2016 05:21
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/6632

Actions (login required)

View Item View Item