MEWAKILKAN TALAK KEPADA PEREMPUAN MENURUT IBNU QUDAMAH

Rudi Irawan, (2015) MEWAKILKAN TALAK KEPADA PEREMPUAN MENURUT IBNU QUDAMAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (58kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (187kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (145kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (16kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul Mewakilkan Talak Kepada Perempuan Menurut Ibnu Qudamah. Ketika telah terjadi pernikahan yang sah, maka seorang suami memiliki hak untuk menjatuhkan talak kepada istrinya hingga talak tiga. Talak ini merupakan perkara yang sah untuk diwakilkan, seperti wakalah dalam muamalah contohnya jual beli, sewa menyewa, penuntutan hak, dll. Karena talak merupakan perkara yang telah memenuhi syarat sebagai muwakkal fih, yaitu dimiliki oleh yang berwakil, yaitu suami, dan talak merupakan perkara yang bisa untuk diwakilkan karena tidak termasuk kedalam perkara ibadah badaniyah yang harus dikerjakan sendiri dan tidak bisa diwakilkan kepada orang lain dalam pelaksanaannya, contoh nya sholat, puasa, bersuci dll. Masalah dalam hal ini adalah, bagaimana kedudukan seorang perempuan ketika diberi kuasa dalam hal menjatuhkan talak. Karena mayoritas ulama mensyaratkan syarat seorang wakil itu adalah orang yang memiliki hak atas perkara yang dikuasakan kepadanya. Sementara dalam hal ini Ibnu Qudamah berpendapat “ ketika seorang suami memberikan hak talaknya kepada seorang perempuan lain yang bukan istrinya, maka sah perwakilannya dan sah talaknya. Karena kaum wanita boleh menjadi wakil dalam pemebebasan hamba sahaya, maka sah pula hukumnya jika mereka dijadikan wakil untuk menjatuhkan talak seperti halnya laki-laki ”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan jalan melakukan penelitian terhadap sumber-sumber tertulis, maka penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data primernya yaitu kitab Al-Mughni karangan Ibnu Qudamah, sedangkan sumber data sekundernya yaitu literatur lainnya yang relevan dengan judul di atas, di antaranya: Bidayatul Mujtahid karangan Ibnu Rusyd, Fiqh Islam Wa Adillatuhu karangan Wahbah Zuhaili, Fiqh Sunnah karangan Sayyid Sabiq, dan masih banyak kitab-kitab fiqh lainnya. Data hasil penelitian kepustakaan yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan metode penelitian deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Ibnu Qudamah membolehkan seorang perempuan itu untuk menjadi wakil dalam hal talak karena Ibnu Qudamah berpegang kepada konsep umum wakalah, dan mengqiyaskan kepada seorang perempuan itu sah menjadi wakil dalam memerdekakan budak, maka sah pula menjadi wakil dalam talak karena memiliki Illat yang sama yaitu menghilangkan kepemilkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 31 Aug 2016 05:03
Last Modified: 31 Aug 2016 05:03
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/6622

Actions (login required)

View Item View Item