Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

STUDI KOMPARATIF TENTANG PENAFSIRAN KATA ZHIHAR DALAM KITAB TAFSIR AL-QURTHUBI DAN TAFSIR AL-MUNIR

Yuliafni Saputri, - (2022) STUDI KOMPARATIF TENTANG PENAFSIRAN KATA ZHIHAR DALAM KITAB TAFSIR AL-QURTHUBI DAN TAFSIR AL-MUNIR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
FILE LENGKAP KECUALI HASIL PENELITIAN (BAN IV).pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
FILE HASIL PENELITIAN (BAB IV).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Yuliafni Saputri (2022) : STUDI KOMPARATIF TENTANG PENAFSIRAN KATA ZHIHAR DALAM KITAB TAFSIR AL-QURTHUBI DAN TAFSIR AL-MUNIR Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ulama klasik dengan ulama kontemporer dalam menafsirkan ayat-ayat yang tentang zhihar. Zhihar merupakan istilah yang digunakan kaum pria pada jaman Jahiliyah ketika hendak menceraikan istrinya. Hanya dengan mengatakan, “Kamu sudah seperti punggung ibuku”, maka terjadilah perceraian. Kehadiran Islam secara tegas menghapus budaya mudahnya suami menceraikan istri, melalui surat alMujadilah ayat 1 sampai 4 dan dipertegas dengan surat al-Ahzab ayat 4. Perubahan waktu dan tempat sekitar 14 abad lalu zhihar dijadikan sebagai syari‟at Islam dengan kondisi sekarang merupakan jurang pemisah yang harus dijembatani. Maka hal ini yang menjadi latarbelakang penelitian yaitu antara mufassir klasik, al-Qurthubi, dan mufassir kontemporer, Wahbah alZuhaili. Dalam penelitian kualitatif ini dilakukan studi deskriptif-komparatif analitis dengan metode penelitian komparatif (muqaran). Hasil temuan bahwa menurut kedua mufassir zhiharmerupakan suatu perkataan yang munkar dan perkataan yang bohong juga dikecam oleh syara‟. Allah mengecam orang-orang yang melakukan zhihar karena mereka telah mengubah hukum Allah. Namun Allah menjadikan kaffarat sebagai wadah untuk penebusan perkataan yang munkar tersebut. Sebagaimana yang tercantum pada Q.S al-Mujadilah ayat 1-4 yaitu memerdekakan budak, jika tidak mampu maka berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. Dalam penafsirannya kedua mufassir sama-sama banyak mengutip pendapat empat ulama madzhab, tak heran jika tidak banyak ditemukan perbedaan penafsiran keduanya. Kata kunci: Pernikahan; Rumah Tangga; Zhihar;Al-qurthubi; Wahbah Zuhaili

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 22 Dec 2022 03:10
Last Modified: 22 Dec 2022 03:10
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/64610

Actions (login required)

View Item View Item