Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

STUDI KOMPARATIF PERBUATAN BAIK DAN BURUK MANUSIA MENURUT IBNU TAIMIYAH (1263) M_(1328)W DAN MUHAMMAD ABDUH (1849) M_(1905) W

RIZKI ALFIAN, - (2022) STUDI KOMPARATIF PERBUATAN BAIK DAN BURUK MANUSIA MENURUT IBNU TAIMIYAH (1263) M_(1328)W DAN MUHAMMAD ABDUH (1849) M_(1905) W. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang perbandingan pemikiran Ibnu Taimiyah dan Muhammad Abduh tentang tentang perbuatan baik dan buruk manusia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang tepatnya pemahaman mengenai konsep perbuatan baik dan buruk manusia pada saat ini. Dalam Islam, perbuatan baik dan buruk manusia dapat diketahui berdasarkan wahyu yang telah Tuhan berikan kepada manusia sebagai pedoman hidup. Perbuatan baik adalah perbuatan manusia yang sesuai dengan wahyu yang Tuhan berikan kepada manusia, sedangkan perbuatan buruk adalah perbuatan yang menyimpang dari ajaran yang di ajarkan nabi dan wahyu. Baik dan Buruk perbuatan manusia juga dikemukan di dalam al-Qur‟an dan Hadits dengan berbagai macam term. Penelitian menyimpulkan bahwa Ibnu Taimiyah mengenai baik dan buruk manusia mengambil atau memilih pandangan yang benar dan meninggalkan pandangan yang salah dari pandangan kedua aliran Teologi Islam yakni Mu‟tazilah dan Asy‟ariyah mengenai perbuatan baik dan buruk manusia.dan juga menolak kedua pendapat tidak sependapat dengan Ibnu Taimiyah masalah kehendak Tuhan. Ia menolak pendapat Asy‟ariyah yang mengatakan bahwa kebaikan dan keburukan perbuatan manusia terwujud disebabkan oleh kehendak mutlak Tuhan. Dan ia mengkritik aliran Mu‟tazilah karena telah menyamakan antara perbuatan Tuhan dengan perbuatan manusia. Manusia menurut Ibnu Taimiyah memiliki kehendak dan kekuasaan dalam melaksanakan segala apa yang diperintahkan Tuhan kepada hamba-Nya. Sedangkan Menurut Muhammad Abduh tentang persoalan baik dan buruk yang di lakukan manusia tidak selalu identik dengan pemikiran-pemikiran kaum Mu‟tazilah dan Asy‟ariyah bahwa perbuatan baik dan buruk manusia juga mengatakan bahwa akal selain mengenal adanya Tuhan juga mengenal sifat sifat Tuhan, dan Kehendak Tuhan. Bagi Muhammad Abduh manusia mempunyai kebebasan dalam menentukan perbuatan-perbuatannya, akan tetapi Muhammad Abduh Muhammad Abduh mempunyai pendapat yang sama dengan kaum Asy‟ariyah mengenai kausalitas, bagi Muhammad Abduh kekuatan alam dapat membatasi kebebasan manusia. Kata kunci: Pemikiran, Kehendak Tuhan, Kebebasan manusia, Ibnu Taimiyah, Muhammad Abduh

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah dan Filsafat
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 02 Aug 2022 07:22
Last Modified: 02 Aug 2022 07:22
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/63117

Actions (login required)

View Item View Item