KISAH KAUM TSAMUD DALAM AL-QUR’AN ( Kajian Komperatif Antara Tafsir Fī Dzilāl Al-Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah)

Roni, (2015) KISAH KAUM TSAMUD DALAM AL-QUR’AN ( Kajian Komperatif Antara Tafsir Fī Dzilāl Al-Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (63kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 3.pdf

Download (311kB) | Preview
[img] Text
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB)
[img]
Preview
Text
bab 5.pdf

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (14kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul: “Kisah Kaum Tsamud dalam al-Qur’an (Kajian Komparatif Antara Tafsir Fī Dzilāl al-Qur’an dan tafsir al-Mishbah )” ditulis oleh Roni membahas tentang Kisah Kaum Tsamud. Kaum Tsamud adalah salah satu suku bangsa arab terbesar yang telah puna, mereka tinggal di kampung al-Hijr yaitu suatu daerah di Hijāz. Kaum Tsamud dihancurkan karena mereka ingkar kepada nikmat Allah yang akhirnya mereka Syirik serta tidak taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, demikian penjelasan Sayyid Qutb dan Quraish Shihab.Setelah membaca kisah kaum Tsamud dalam al-Qur’an melalui dua kitab tafsir ini, Penulis sangat tertarik membahas kisah kaum Tsamud karena Sayyid Qutb dan Quraish Shihab memiliki penafsiran yang indah yang didalamnya terdapat perbedaan dan persamaan, Sayyid Qutb dan Quraish berbeda dalam memahami ayat tertentu dalam kisah kaum Tsamud, diantaranya Quraish memasukkan kisah Israiliyat ketika menafsirkan ayat tentang unta, sedangkan Sayyid Qutb tidak, Sayyid Qutb lebih condong kepada pengambilan hukum sejarah dan Quraish condong kepada pengambilan hikmah dari suatu kisah, hal ini disebabkan oleh latar belakang kehidupan mereka, disamping ada kesamaan dan perbedaan penafsiran, penulis juga tertarik karena terdapat banyak hikmah dalam kisah ini yang sangat dibutuhkan sekaligus menjadi peringatan bagi manusia yang hidup pada zaman modern ini, sehingga penulis juga akan membahas realisasi kisah kaum Tsamud ini pada masa sekarang. Metode yang penulis gunakan adalah metode komperatif, yakni membandingkan antara dua kitab tafsir yaitu pertama tafsir al-Misbah oleh M. Quraish Shihab dan tafsir Fī Dzilāl al-Qur’an oleh Sayyid Qutb. Penulis setelah mendapatkan tema, lalu mencari ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah kaum Tsamud dalam al-Qur’an dengan melacak ke Mu’jam al-Mufahrras al-Fāzil al-Qur’an karangan Fu’ad abdul Baqi dengan mencari kata saleh dan Tsamud, juga melacak ayat lainnya yang tidak memakai dua kata ini tapi masih bercerita kisah kaum Tsamud melalui buku-buku sejarah dan indek al-Qur’an. Setelah semua ayat dikumpulkan, kemudian penulis mengumpulkan sumber-sumber lain yang mendukung dari buku-buku tafsir lainnya, juga dari buku-buku sejarah para Nabi dan referensi lainnya yang mendukung penelitian ini. Setelah mengkaji serta menganalisa kisah kaum Tsamud ini, maka dapat diambil pelajaran bahwa kufur nikmat bisa menghantarkan kepada kemusyrikan kemudian melahirkan sikap melawan ayat-ayat Allah dan tidak mentaati Rasul-Nya yang titik akhirnya adalah kehancuran akibat azab Allah sebagaimana halnya kaum Tsamud. Di sinilah letaknya hikmah perintah Allah agar kita melakukan amar makruf nahi mungkar agar tidak terulang lagi kepada umat ini apa yang telah ditimpakan kepada umat terdahulu yang musnah akibat ulahdosa mereka sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 12 Aug 2016 06:27
Last Modified: 12 Aug 2016 06:27
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/6299

Actions (login required)

View Item View Item