KONSEP ‘IZZAH AL-MAHMÛDAH DALAM AL-QUR’AN (Analisis Komparatif Tafsir Taisîru al-Karîmi al-Rahmân fî Tafsîri Kalâmi al-Mannân Dan Tafsir al-Kassyâf)

Shinwanisrar, (2015) KONSEP ‘IZZAH AL-MAHMÛDAH DALAM AL-QUR’AN (Analisis Komparatif Tafsir Taisîru al-Karîmi al-Rahmân fî Tafsîri Kalâmi al-Mannân Dan Tafsir al-Kassyâf). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (77kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (245kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (61kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (21kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (25kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul: “Konsep Izzah al-Mahmûdah dalam al-Qur’an (Studi Anallisis Komparatif Antara Tafsir Taisîru al-Karîmi al-Rahmãn fî Tafsîri Kalãmi al-Mannãn dan Tafsir al-Kasysyãf)” ditulis oleh: Shinwanisrar membahas tentang ‘Izzah al-Mahmûdah dalam al-Qur’an. Izzah adalah segala kekuatan, kemuliaan, dan kemenangan yang akan diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya dan ia adalah derajat tertinggi dan paling agung di sisi-Nya. ‘Izzah merupakan persoalan penting yang harus dietahui oleh setiap muslim, karena ia terbagi kepada ‘Izzah yang terpuji dan tercela. Dewasa ini, mayoritas umat muslim di dunia melakukan kompetisi dalam mewujudkan Izzah pada diri masing-masing, di antara mereka ada yang mewujudkannya dengan menimbun harta benda, emas dan perak, kedudukan, jabatan dan sebagainya. Tindakan seperti ini bertentangan dengan norma hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yang pada akhirnya akan melenyapkan harga diri dan wibawa umat muslim dimata orang-orang kafir. Skripsi ini membandingkan dua kutub pemahaman yang menjadi cara pandang umat Islam dewasa ini, bertujuan untuk mengetahui konsep ‘Izzah al-Mahmudah Dalam al-Qur’an. Cara pandang pertama terwakili pada sosok Syeikh Abdu al-Rahmân bin Nasir al-Sa’di seorang ulama yang menganut paham Sunni, sementara pada perspektif kedua terepresentasikan pada figur al-Zamakhsyari seorang ulama yang menganut paham Mu’tazilah. Setelah melakukan penelitian tersebut dapat diketahui bahwa, syaikh Abdu al-Rahman bin Nasir al-Sa’di cenderung berpandangan lebih inklusif dan moderat dalam memberikan konsep al-Izzah al-Mahmudah itu sendiri, sementara Imam al-Zamakhsyari cenderung berpandangan eksklusif dan ekstrem dalam mengaplikasikan langkah-langkah untuk mewujudkannya. Sehingga temuan dalam penelitian ini, ‘Izzah al-Mahmûdah adalah segala kekuatan, kemuliaan, dan kemenangan diperoleh dengan beriman kepada Allah dan rasul-Nya, beramal sâleh, menuntut Ilmu, mencintai Allah, menjalin ukhuwah islâmiyyah, jihâd fî sabîlillâh, tidak bersahabat dengan orang-orang kafir dan amar ma’rûf nahi munkar Sedangkan realisasi dari Izzah al-Mahmûdah terhadap seseorang adalah akan menjadikan hamba-hamba yang ta’at, menjalin ukhuwah islamiyah, bersikap tawadhu’, ikhlas dalam segala perbuatan, tidak takut kepada makhluk, mereka akan dicintai oleh Allah dan mendapatkan balasan yang agung berupa derajat yang tinggi baik di dunia maupun di akhirat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 12 Aug 2016 06:23
Last Modified: 12 Aug 2016 06:23
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/6297

Actions (login required)

View Item View Item