PENDUSTA AGAMA MENURUT IBNU KATSIR DAN M. QURAISH SHIHAB

Abdul Gafar, (2015) PENDUSTA AGAMA MENURUT IBNU KATSIR DAN M. QURAISH SHIHAB. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (192kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab I.pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (107kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (172kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (20kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pendusta Agama menurut Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab”. Surah al-Ma’un di awali dengan pertanyaan, “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?” Menurut ahli tafsir, hal itu dimaksudkan untuk menggugah hati pendengarnya agar memberikan perhatian lebih kepada apa yang selanjutnya akan ditunjukkan ayat-ayat berikutnya. Anak yatim dan orang miskin adalah dua kelompok yang paling rentan di masyarakat. Islam mendorong umatnya agar dalam beragama tidak selalu mementingkan aspek ibadah mahdhohyang bersifat vertikal saja. Islam juga menganjurkan ibadah sosial. Bagaimanakah pendusta agama di dalam tafsir Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab ?. Apa saja ciri-ciri pendusta agama dan akibat yang ditimbulkan perilaku pendusta agama berdasarkan ayat/nash Al-Qur’an dan hadits ?penelitian ini menggunakan library research. Para mufassir memberikan pemaknaan yang beragam terhadap kata al-din dalam surat al-Ma’un. Pemaknaan tersebut antara lain: agama, islam, pembalasan dan perhitungan di akhirat, pahala serta siksa Allah pada hari kiamat, tempat kembali, dan hukum-hukum Allah. Pada akhirnya penulis mendefinisikan yukazzibu bi al-din dengan orang yang mengingkari, tidak peduli, termasuk di dalamnya yaitu kepercayaan tentang adanya hari pembalasan dan segala hal yang berhubungan dengannya. Perbuatan-perbuatan yang menjadi karakteristik pendusta agama yaitu: a. Menghardik anak yatim (Q.S. al-Ma’un: 2), yaitu menolak untuk memberikan hak-hak anak yatim. b. Tidak memberikan pangan orang miskin (Q.S. al-Ma’un: 3), yaitu tidak memberi makan orang-orang miskin. c. Melalaikan shalat (Q.S. al-Ma’un: 5), yaitu shalat di akhir waktunya karena meremehkan, dan meninggalkan shalat sama sekali. d. Berbuat riya’ (Q.S. al-Ma’un: 6), yaitu beribadah bukan karena Allah tetapi agar dilihat dan disanjung oleh orang lain. e. Enggan menolong dengan barang yang berguna (Q.S. al-Ma’un: 7), yaitu tidak mau memberikan/meminjamkan barang yang bermanfaat padahal dia mampu melakukannya. Akibat-akibat/dampak yang ditimbulkan oleh perilaku mendustakan agama : a. Dampak negatif terhadap pelaku, antara lain adalah: terancam kualitas iman dan takwanya, menjadi kafir, menjadi orang munafik, mendapatkan musibah, tidak merasa tenang di dalam hidup. b. Dampak negatif dalam kehidupan sosial: terancamnya kualitas generasi masa depan, timbulnya kecemburuan sosial dan hilangnya rasa kepedulian sosial, terancamnya akidah, akhlak, moral, dan terancamnya kestabilan masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.125 Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 12 Aug 2016 06:06
Last Modified: 12 Aug 2016 06:06
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/6289

Actions (login required)

View Item View Item