MAKNA SHĀBIŬN DALAM AL-QUR’AN (KajianTafsirTematik)

Ahmad Syarif, (2015) MAKNA SHĀBIŬN DALAM AL-QUR’AN (KajianTafsirTematik). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (283kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (162kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (161kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (25kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (34kB) | Preview

Abstract

Kata Shabi’in dan Shābi’ŭn hanya terdapat tiga kali disebutkan di dalamAlQur’an yaitu masing-masing terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 62. Al-Ma’idah ayat 69 dan surat Al-Hajj ayat 17. Al-Qur’an secara singkat mengatakan tentang kaum Shābi’ŭn. Allah menyebutnya beriringan dengan orang-orang beriman dan agama-agama yang lain. Yakni Yahudi, Nasrani dan Majusi. Skripsi yang berjudul “MaknaShābi’ŭn dalam Al-Qur’an (KajianTafsir Tematik)” Pembahasan ini menjadi menarik dikarenakan apa yang yangmenjadi titik persamaan dan perbedaan antara kaum Shābi’ŭn dengan orang-orang beriman, Yahudi , Nasrani dan Yahudi, kemudian bagaimana bentuk keimanan dan kekufuran kaum Shābi’ŭn. Secara umum Shābi’ŭn adalah orang-orang yang keluar dari agama atau mengganti kepercayaan sebelumnya yang mereka anut, banyak ulama yang mengatakan bahwa kepercayaan sebelumnya adalah Yahudi yang telah ingkar, kemudian kembali bertauhid kepada Allah, selanjutnya mereka mengubah kembali keyakinan dari ajaran Tauhid menjadi mengagungkan bintang-bintang, planet-planet dan kebanyakan dari mereka menjadi tukang tenung peramal nasib. Metode yang di gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dengan metode maudhu’I dan termasuk dalam jenis penelitian pustaka (library research )yaitu penelitian yang menitik beratkan pada literature dengan cara menganalisis muatan isi dari literatur-literatur yang terkait dengan penelitian baik dari sumber data premier maupun sekunder. Data premier yang di sajikan adalah segala yang berkaitan langsung dengan pokok kajian. Sedangkan data sekunder nya adalah berupa referensi-referensi yang secara tidak langsung terkait dengan tema Shābi’ŭn dalam al-Qur’an. Selain itu penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, yakni dengan menuturkan, menggambarkan dan mengklarifikasi secara objektif data yang dikaji sekaligus menginterpretasikan danmenganalisis data. Di akhir penulisan skripsi ini di jelaskan bahwasannya Shābi’ŭn yang benarbenar beriman dan beramal shaleh mendapatkan jaminan dari Allah berupa pahala dari Tuhan mereka atas iman dan amal shaleh, tidak ada kekhawatiran terhadap kehidupan dunia dan akhirat dantidak (pula) mereka bersedih hati.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 05 Aug 2016 03:20
Last Modified: 05 Aug 2016 03:20
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/6224

Actions (login required)

View Item View Item