IMPLEMENTASI DAN EFEKTIFITAS PENGAWASAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH TERHADAP PRODUK PERBANKAN SYARIAH ( Analisis Perbandingan pengawasan pada Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri dan Bank riaukepri Unit Usaha Syariah terhadap produk Bank Syariah )

Sanusi, (2014) IMPLEMENTASI DAN EFEKTIFITAS PENGAWASAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH TERHADAP PRODUK PERBANKAN SYARIAH ( Analisis Perbandingan pengawasan pada Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri dan Bank riaukepri Unit Usaha Syariah terhadap produk Bank Syariah ). Disertasi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (287kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (574kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (201kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (319kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (39kB) | Preview

Abstract

Judul Disertasi ini adalah “ Implementasi dan Efektivitas Dewan pengawas Syariah terhadap produk Perbankan Syariah” ( analisis perbandingan pengawasan pada Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah mandiri dan Bank riaukepri Unit Usaha Syariah ) Bank Muamalat Indonesia Cabang Pekanbaru, Bank Syariah Mandiri Cabang Pekanbaru dan Bank riaukepri Unit Usaha Syariah Pekanbaru adalah salah satu Bank Syariah yang bergerak dalam produk-produk Bank Syariah, Produk penyaluran dana, produk penghimpunan dana dan produk jasa perbankan yang harus diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah agar terpelihara ke syar’ian dari Bank Syariah tersebut. Pelaksanaan produk-produk tersebut harus sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional, karena salah satu tugas dari anggota Dewan Pengawas Syariah adalah mengawasi produk produk Bank Syariah agar sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia (DSN –MUI.) Pelaksanaan tiga Bank Syariah tersebut dalam bidang pengawasan , dapat dilihat, kinerja peran dan fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengawasi perbankan Syariah, di Bank Muamalat Indonesia Cabang Pekanbaru, Bank Syariah Mandiri cabang Pekanbaru dan Bank Riaukepri Unit Usaha Syariah belum optimal. Begitu juga dari jumlah anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang akan mengawasi Bank Syariah di Indonesia tidak seimbang dangan Bank Syariah yang ada di Indonesia, hal ini terjadi akan mengakibatkan akan banyak penyimpangan di lapangan dan anggota DPS tidak akan mampu mengawasi Bank Syariah. Disamping itu pula karyawan dan karyawati serta pimpinan Bank Syariah kurang menghayati fatwa-fatwa DSN-MUI , sehingga para karyawan/i serta pimpinan Bank Syariah melakukan pelayanan pada nasabah tidak lagi bernuansa Islami. Dan kendala optimalisasi pengawasan Syariah DPS ada yang bersifat internal seperti skill dan kompetensi Dewan Pengawas Syariah (DPS), ketersediaan waktu Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan lain-lain, ada bersifat eksternal organik diantaranya tidak adanya organisasi di bawah DPS. Dan yang bersifat ekternal manajerial diantaranya kurangnya support mnajemen dalam penyediaan infrastruktur dan hak-hak Dewan Pengawas Syariah (DPS) . dan pada akhirnya masih menemukan kendala belum terlaksana secara baik pengawasan -pengawasan yang dilakukan pada Bank Syariah Undang-undang Peraturan Bank Indonesia membatasi jumlah anggota Dewan Pengawas Syariah, antara 2 orang sampai 3 orang yang harus mengawasi Bank Syariah di Indonesia, seperti Bank Muamalat Indonesia berjumlah sebanyak 346 Bank yang harus diawasi oleh tiga orang pengawas. Bank Syariah Mandiri berjumlah 627 bank yang harus diawasi oleh tiga anggota pengawas dan Bank Riaukepri Unit Usaha Syariah yang berjumlah 7( tujuh) Bank yang diawasi oleh dua orang pengawas. Dari data tersebut diatas dikhawatirkan akan ada penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada Bank Syariah tersebut,dikarenakan waktu yang cukup terbatas, serta tidak adanya struktur organisasi Dewan Pengawas itu kebawah. Untuk menghimpun data dalam disertasi ini adalah dengan menggunakan metode penelitian dengan pengumpulan data seperti wawancara, observasi, menggunakan dokumen yang ada dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah melalui sosialisasi, meningkatkan pelayanan, pendidikan, memilih pemimpin dan mengusulkan adanya Dewan Pengawas Syariah sistem perrayon atau Provinsi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 650 Bisnis > 657 Akuntansi
Divisions: Program Pascasarjana > S3
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 15 Jul 2016 08:02
Last Modified: 15 Jul 2016 08:02
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/5747

Actions (login required)

View Item View Item