Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PENGARUH SUBSTITUSI RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG MAGGOT BSF (Hermetia illucens) TERHADAP BOBOT BADAN PERTAMA BERTELUR, UMUR PERTAMA BERTELUR, DAN BOBOT TELUR PERTAMA PUYUH PETELUR

BAHAUDDYIN, -11780113699 (2021) PENGARUH SUBSTITUSI RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG MAGGOT BSF (Hermetia illucens) TERHADAP BOBOT BADAN PERTAMA BERTELUR, UMUR PERTAMA BERTELUR, DAN BOBOT TELUR PERTAMA PUYUH PETELUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
FILE LENGKAP KECUALI HASIL PENELITIAN (BAB IV).pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
FILE HASIL PENELITIAN (BAB IV).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (155kB)

Abstract

BAHAUDDYIN (2021) : PENGARUH SUBSTITUSI RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG MAGGOT BSF (Hermetia illucens) TERHADAP BOBOT BADAN PERTAMA BERTELUR, UMUR PERTAMA BERTELUR, DAN BOBOT TELUR PERTAMA PUYUH PETELUR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ransum komersial dengan tepung maggot BSF terhadap bobot badan pertama bertelur, umur pertama bertelur, dan bobot telur pertama. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor puyuh petelur umur 20 hari. Bobot badan awal puyuh petelur berkisar 52,9±8,26 g/ekor. Puyuh petelur dibagi secara acak berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Tiap-tiap perlakuan terdiri atas 5 ekor puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (0% tepung maggot BSF sebagai kontrol), P1 (1,50% tepung maggot BSF dan 98,5% pakan komersial), P2 (2% tepung maggot BSF dan 98% pakan komersial), P3 (2,50% tepung maggot BSF dan 97,5% pakan komersial). Parameter yang diukur adalah bobot badan pertama bertelur (g/ekor), umur pertama bertelur (hari), dan bobot telur pertama (g/butir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung maggot BSF hingga kadar 2,50% dalam ransum komersial tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot badan pertama bertelur, umur pertama bertelur, dan bobot telur pertama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung maggot BSF sampai level 2,50% tidak dapat memperbaiki bobot badan pertama bertelur, umur pertama bertelur, dan bobot telur pertama puyuh petelur. Kata kunci: Puyuh, tepung maggot BSF, bobot badan pertama bertelur, umur pertama bertelur, dan bobot telur pertama

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Peternakan
Depositing User: fapertapet -
Date Deposited: 19 Nov 2021 02:08
Last Modified: 19 Nov 2021 02:08
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/56000

Actions (login required)

View Item View Item