Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

GUGAT CERAI PADA MASYARAKAT ROKAN HULU (Studi Kasus di Pengadilan Agama Pasir Pengaraian).

Zamri (2014) GUGAT CERAI PADA MASYARAKAT ROKAN HULU (Studi Kasus di Pengadilan Agama Pasir Pengaraian). Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (72kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (26kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (273kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (28kB) | Preview

Abstract

Angka perceraian di Asia Tenggara, termasuk Indonesia tergolong yang paling tinggi di dunia. Pada dekade itu dari 100 perkawinan 50 diantaranya berakhir dengan perceraian.Pada tahun 2009 perceraian mencapai 250 ribu. Tampak terjadinya kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya yang berada hanya pada kisaran 200 ribu kasus. Ironisnya 70% perceraian diajukan oleh pihak isteri atau gugat cerai. Berikut ini adalah data tahun 2010 dari Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama RI, yaitu dari 2 juta orang yang menikah setiap tahun se Indonesia, maka ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian pertahuan se-Indonesia. Sehingga dapat dikatakan tren perceraian di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Adapun responden dalam penelitian ini yaitu pasangan suami istri yang sedang berperkara dalam sidang di Pengadilan Agama Pasir Pengaraian yang merupakan kasus dimana istri gugat cerai suami. Sementara tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu: wawancara dan studi dokumentasi. Sistem analisis menggunakan metode Analisis Deskriptif dan metode Analisis Content. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa Undang-Undang Perkawinan membolehkan mengajukan gugatan Perceraian dengan alasan salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri. Faktor penyebab perceraian masih sama, didominasi kekerasan dalam rumah tangga, persoalan impitan ekonomi, dan perselingkuhan. Bahkan, dari sidang-sidang di pengadilan terungkap, terbongkarnya kasus perselingkuhan sebagian besar berasal dari keberadaan telepon genggam. Biasanya istri mengetahui suaminya selingkuh atau telah menikah diam-diam dengan perempuan lain setelah menemukan SMS sayang-sayangan di telepon seluler suaminya. Pada masalah faktor penyebab ini penulis sebutkan berdasarkan urutan pertama sebagai urutan yang terpaling tinggi penyebabnya dan seterusnya pada urutan terkecil sebagai berikut: Kekerasan Suami dalam Rumah Tangga (Karakter/Sifat), Suami Selingkuh, Ekonomi dan Penyakit / Impotensi. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa yg menonjol Adapun faktor perceraian di Indonesia disebabkan oleh banyak hal, mulai dari perselingkuhan, ketidakharmonisan, sampai masalah ekonomi. Faktor ekonomi merupakan factor terbanyak dan yang unik akan tetapi dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa faktor tertinggi penyebab terjadinya gugat cerai adalah kekerasan dalam rumah tangga atau perilaku kasar, jahat suami terhadap istri. Dalam wawancara kepada responden mereka mengatakan bahwa ‘kekurangan materi masih dapat dicari bersama akan tetapi perilaku jahat suami sulit untuk diterima’.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 11 Jun 2016 05:43
Last Modified: 11 Jun 2016 05:43
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/5363

Actions (login required)

View Item View Item