PERBEDAAN KONSEP DIRI SISWA YANG AKTIF MENGIKUTI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ANTARA KELAS AKSELERASI DAN REGULER DI SMA NEGERI 8 PEKANBARU

Siti Nurjannah, (2011) PERBEDAAN KONSEP DIRI SISWA YANG AKTIF MENGIKUTI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ANTARA KELAS AKSELERASI DAN REGULER DI SMA NEGERI 8 PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011785-.pdf

Download (712kB) | Preview

Abstract

Konsep diri adalah pandangan atau penilaian seseorang tentang dirinya sendiri baik menyangkut fisik, sosial, moral dan kognitif. Sekolah sebagai lembaga formal bertanggung jawab mengembangkan konsep diri siswa. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah adalah membuka sekolah bertaraf internasional melalui kelas akselerasi yang menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran. Siswa kelas akselerasi dan reguler mempunyai konsep diri yang berbeda-beda pada aspek fisik, sosial, moral dan kognitif. Kenyataannya di SMAN 8 Pekanbaru terlihat bahwa siswa kelas akselerasi lebih pintar, sopan, percaya diri, menyukai tugas-tugas yang menantang, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tetapi hubungan sosialnya kurang baik. Sedangkan siswa kelas reguler cenderung malas, memanfaatkan waktu untuk bermain, tidak percaya diri, takut mengemukakan idenya, tetapi hubungan sosialnya lebih baik dibanding kelas akselerasi. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan konsep diri siswa kelas akselerasi dan reguler di SMAN 8 Pekanbaru menyangkut aspek fisik, sosial, moral dan kognitif. Metodologi penelitian adalah kuantitatif jenis deskriptif komparatif, instrumen penelitian adalah angket, sampel penelitian 24 orang siswa kelas akselerasi dan 44 orang siswa kelas X.3 reguler. Data dianalisis dengan analisis statistik sederhana. Untuk menguji perbedaan digunakan statistik parametrik yaitu uji t dengan menggunakan SPSS For Windows Release 15.00. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa secara umum konsep diri siswa kelas akselerasi dan reguler pada kategori sangat tinggi dan tinggi pada aspek fisik, sosial, moral dan kognitif. Analisis hasil uji t mengungkapkan: (1) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri siswa kelas akselerasi dan reguler pada aspek fisik, (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri siswa kelas akselerasi dan reguler pada aspek sosial, (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri siswa kelas akselerasi dan reguler pada aspek moral dan (4) Terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri siswa kelas akselerasi dan reguler pada aspek kognitif. Implikasi hasil penelitian bagi pelaksana bimbingan dan konseling adalah sebagai bahan pertimbangan penyusunan program pelayanan BK dalam mengembangkan konsep diri siswa. Berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada: (1) Guru Pembimbing agar dapat membantu siswa yang memiliki konsep diri negatif lebih diupayakan ke arah yang positif, dan bagi siswa yang memiliki konsep diri positif perlu dipertahankan, (2) Kepala Sekolah agar memprogramkan latihan pengembangan diri siswa, (3) Guru Mata Pelajaran lebih memotivasi dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk meningkatkan konsep diri siswa dan (4) peneliti lanjutan untuk dapat meneliti aspek yang lain seperti penyesuaian diri, self esteem, motivasi dan karakteristik belajar siswa, dan ketercapaian tugas perkembangan remaja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 373 Pendidikan Tingkat Sekolah Lanjutan > 373.238 Sekolah Menengah Atas, SMA
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 11 Jan 2016 08:52
Last Modified: 11 Jan 2016 08:52
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/516

Actions (login required)

View Item View Item