“PEMBAGIAN KEUNTUNGAN DALAM USAHA-USAHA PADA JAMA’AH RUFAQA’ DITINTAU MENURUT FIQIH MUAMALAH” ( STUDI KASUS DI KELURAHAN TANGKERANG TIMUR KECAMATAN TENAYAN RAYA PEKANBARU)

NIZAR, (2013) “PEMBAGIAN KEUNTUNGAN DALAM USAHA-USAHA PADA JAMA’AH RUFAQA’ DITINTAU MENURUT FIQIH MUAMALAH” ( STUDI KASUS DI KELURAHAN TANGKERANG TIMUR KECAMATAN TENAYAN RAYA PEKANBARU). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
2013_2013195MUA.pdf

Download (313kB) | Preview

Abstract

JudulSkripsiiniberjudul:” Sistem pembagian keuntungan dalam usahausaha Pada Jama’ah Rufaqa’ Ditinjau Menurut Fiqih Muamalah’, Studi kasus di Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Ini merupakan penelitianatau penulisan yang berlatarbelakang bahwa jama’ah Rufaqa’ yang berada di Tangkerang Timur Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru Masalah dalam penelitian ini adalah: Yang menjadi objek penelitian ini adalah sistim pemebagian keuntungan dalam usaha –usaha pada jama’ah Rufaqa’. Jenis metode penulisan dalam penelitian ini adalah dengan metode deduktif dan induktif, dan di analisa secara deskriftif analisa kualitatif, agar dapat diperoleh pemahaman-pemahaman yang lebih mendalam, sehingga dapat diambil kesimpulan yang lebih baik dan teruji.Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan melalui waw ancara dan observasi dan dilengkapi dengan angket agar data yang diperoleh dari wawancara tersebut lebih kuat. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang jama’ahRufaqa’ namun karena populasi tersebut terlalu banyak maka penulis mengndiambil 30% dari populasi di atas untuk dijadikan sampel. Dan 6 orang terdiri dari bapak Idris ,bapak Samsul Bakhri, bapak Mukhlis , bapak Shaleh, bapak Ali dan bapak Umar pihak anggota jama’ah Rufaqa’ . Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dalam Sistem Pembagian keuntungan dalama usaha-usaha pada dilakukan oleh jama’ah Rufaqa’ Kelurahan Tangkerang Timur tersebu tadalah dimana Sistem pembagian keuntungan dalam usaha –usaha jama’ah tersebut tidak ada kejelasan dalam pembagian keuntungan, walaupun ahli dalam bekerja, akan tetapi kapan dia butuh disinilah pihak pimpinan memberikan apa yang dibutuhkan dalam keluarganya namun yang dilakukan jama’ah diawal sebelum bekerja adalah saling percaya dan tidak boleh cemburu satu sama lain inilah yang disepakati oleh jama’ah tersebut. Dari hasil penelitian ini banyak hal-hal yang ditemukan ketidak sesuaian dengan hukum islam tentang praktek system pembagian keuntungan pada dalam usaha- usaha yang dilakukan olehj ama’ah Rufaqa’ tersebut, yaitu adanya gharar dalam ketidak jelasan system pembagian keuntungan dalam usaha-usaha tersebut, tidak adanya pembagian keuntungan dan perjanjian yang dilakukanj ama’ah dalam bekerja, demikian juga keharusan dalam bekerja, walaupun pekerjaan itu besar tanggung jawabnya atau sebaliknya, namum yang mendapak hak masingmasing jama’ah berapa kebutuhan keluarganya tersebut, padahaldalam agama islam tidak boleh melanggar hak-hak orang lain dan harus berlaku jujur dan adil dalam bertransaksi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 07 Sep 2016 09:26
Last Modified: 07 Sep 2016 09:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/5018

Actions (login required)

View Item View Item