PEMOTONGAN TIMBANGAN JUAL BELI KELAPA DI DESA MELAI KECAMATAN RANGSANG BARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI MENURUT PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH

SYAHRIZAL, (2013) PEMOTONGAN TIMBANGAN JUAL BELI KELAPA DI DESA MELAI KECAMATAN RANGSANG BARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI MENURUT PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
2013_2013115MUA.pdf

Download (552kB) | Preview

Abstract

Pelaksanaan jual beli kelapa di Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti jika dibandingkan dengan daerah lain memang ada perbedaan, perbedaan tersebut ialah kelapa bulat yang hanya dibuang sabutnya akan ditimbang yang dilakukan oleh pembeli (Agen). Akan tetapi agen melakukan pemotongan timbangan dan jumlah pemotongan timbangan hanya sekadar menebak- nebak sehingga menyebabkan penjual merasa terpaksa. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan pemotongan timbangan oleh agen pembeli kelapa, Bagaimana pandangan masyarakat Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap pemotongan timbangan jual beli kelapa dan tinjaauan fiqh muamalah terhadap permasalahan tersebut. Adapun tujuan penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana terjadinya pemotongan timbangan oleh Agen pembeli kelapa, Untuk mengetahui pandangan masyarakat Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap pemotongan timbangan jual beli kelapa dan untuk mengetahui tinjaauan fiqh muamalah terhadap permasalahan tersebut. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Deskriptif Kualitatif yaitu data yang diperoleh digambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang kemudian dipisah pisahkan menurut katagori untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Setelah diadakan penelitian dengan menggunakan teknik diatas maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa pemotongan timbangan jual beli kelapa di Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti faktor penyebabnya ialah kelapa akan ada yang mengalami pecah dan tumbuh tunas yang disebut (Afker). Hasil pelaksanaannya tidak dapat dibenarkan dalam ajaran Islam, karena ada unsur keterpaksaan dipihak penjual. Dengan adanya hal seperti ini maka jelaslah syarat sah jual beli tidak terpenuhi, dimana dalam jual beli harus berdasarkan suka sama suka antara penjual dan pembeli.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.273 Islam dan Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 07 Sep 2016 09:26
Last Modified: 07 Sep 2016 09:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/5016

Actions (login required)

View Item View Item