Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

TRADISI BAJAPUIK MASYARAKAT PERANTAU PARIAMAN DI KELURAHAN TUAH KARYA MENURUT FIQIH MUNAKAHAT

Febrian, - (2020) TRADISI BAJAPUIK MASYARAKAT PERANTAU PARIAMAN DI KELURAHAN TUAH KARYA MENURUT FIQIH MUNAKAHAT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (427kB)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI FEBRIAN.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Febrian, (2019): Tradisi Bajapuik Masyarakat Perantau Pariaman di Kelurahan Tuah Karya Menurut Fiqih Munakahat Pelaksanaan adat bajapuik di tanah rantau sekarang ini sangat berbeda dengan pelaksanaan adat yang sebenarnya, pemberian uang japuik di sini tidak ada melainkan hanya disebutkan saja dalam rangkaian adat pernikahan. Atau di sini laki-laki yang membantu memberikan uang japuik yang akan diberikan kepadanya nanti ketika akan melangsungkan pernikahan. Maka permasalahannya disini adalah bagaimana pelaksanaan adat bajapuik oleh masyarakat Pariaman di Kelurahan Tuah Karya Kota Pekanbaru dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan adat bajapuik oleh masyarakat Pariaman di Kelurahan Tuah Karya Kota Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan adat bajapuik oleh masyarakat Pariaman di Kelurahan Tuah Karya Kota Pekanbaru dan tinjauan Fiqih Munakahat terhadap pelaksanaan adat bajapuik oleh masyarakat Pariaman di Kelurahan Tuah Karya Kota Pekanbaru. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan teknik pengumpulan data. Sebagai data primer dan data sekundernya diambil langsung dari sumbernya, baik melalui wawancara, observasi, angket , maupun laporan dalam bentuk dokumen tidak resmi yang kemudian diolah oleh peneliti dan buku-buku yang ada kaitannya dengan masalah tersebut. Populasi dari penelitian ini adalah Suku Kota Pariaman di Kelurahan Tuah Karya yang melaksanakan adat bajapuik yang terdiri dari 225 orang, dengan mengambil sampel dari populasi sebanyak 50 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini adalah bahwa adat bajapuik di tanah rantau sekarang ini bersifat fleksibel, karena ingin mempertahankan adat yang ada di Pariaman itu sendiri. Sehingga ada beberapa masyarakat Pariaman yang masih melaksanakan tradisi bajapuik dalam perkawinan dan adapula yang tidak melaksanakannya. Dalam tradisi ini pelaksanaanya berbeda dengan adat aslinya disini terjadinya kesepakatan dibawah meja dan terjadinya kebohongan dalam pelaksanaannya akan tetapi kebohongan disini tidaklah melanggar syariat Islam karna untuk kemaslahatan kedua belah pihak, akan tetapi jika sebuah pernikahan batal hanya karna tidak memakai adat tersebut maka itu barulah salah, karna dalam Islam tidak ada mengisyaratkan uang japuik. Dan tradisi ini sama sekali tidak bertentangan dengan hukum Islam, karena pelaksanaannya sudah memenuhi syarat-syarat ‘urf shahih.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 09 Jun 2021 04:03
Last Modified: 09 Jun 2021 04:03
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/49430

Actions (login required)

View Item View Item