HARUT DAN MARUT DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Maudu’i)

Ahmad Zaki Alfi, (2014) HARUT DAN MARUT DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Maudu’i). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Riau Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (297kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (72kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (144kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (104kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (27kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul: “HARUT DAN MARUT DALAM AL-QUR’AN Kajian Tafsir Maudu’iy)”. Harut dan Marut adalah dua figur sejarah yang enomenal. Darinya muncul beberapa persoalan, mulai dari permasalahan apakah mereka dari unsur manusia atau malaikat sampai tujuan mereka diturunkan ke muka bumi dengan adanya sihir yang mampu mencerai-beraikan suatu hubungan suami stri. Harut dan Marut dikatakan dari unsur malaikat adalah disandarkan pada pemahaman bahwa kata malakain, dibaca fathah, sehingga membawa pengaruh pada penafsiran bahwa keduanya memang dari unsur malaikat. Sedangkan pendapat yang ain menyatakan bahwa mereka adalah dari unsur manusia. Ini berdasarkan pada pembacaan malikain yang berarti dua raja atau orang yang dengan kekuatan batin erta amal shalehnya seolah-olah mereka adalah malaikat, karena dilihat dari perilaku dan pengetahuannya akan hal-hal yang gaib yang bersifat metafisika. Akan tetapi kebanyakan mufassir menyatakan bahwa mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke muka bumi untuk menguji manusia dengan membawa lmu sihir tentunya dengan mengedepankan sifat ke-ma’shum-an mereka. Hal tersebut erjadi karena atas izin Allah dan segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah esuatu yang mungkin terjadi, walaupun akal tidak dapat menerimanya. Oleh sebab tulah wahyu diturunkan, yaitu al-Qur'an yang berfungsi sebagai informasi dan penjelas dari sesuatu. Sihir tidak bisa dilepaskan dari keberadaan serta peran keduanya yang mengajarkan kepada manusia. Keduanya sebagai pembeda dan penjelas bahwa Nabi Sulaiman tidaklah memperoleh kekuatan dan kenabiannya dengan sihir, melainkan murni karunia dari Allah yang berupa mukjizat. Sihir dalam perkembangannya memang mendapat tempat dalam hati manusia, karena ia bisa membuat dari sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, karena sifat sihir itu sendiri adalah memalingkan sesuatu dari hakekatnya. Semisal fungsinya untuk menceraikan suami stri. Sehingga melihat fungsinya menjadikan manusia banyak terobsesi untuk berburu sihir itu sendiri. Oleh karenanya, dengan turunnya mereka kedunia yang membawa pengetahuan yang apabila dipraktekkan banyak menimbulkan efek negatif serta dimensi kemalaikatan yang jika manusia mampu menembusnya maka akan memperoleh tempat yang mulia di sisi Allah, karena alam pembatas manusia yang materi dengan alam malakut yang berdimensi immateri terbuka. Akhirnya rahasia ke Tuhan-an akan tersibak

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 28 Apr 2016 10:20
Last Modified: 28 Apr 2016 10:20
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3917

Actions (login required)

View Item View Item