Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

MANUSIA SEMPURNA MENURUT IBN ‘ARABI DAN NIETZSCHE

Seni Yulita, - (2020) MANUSIA SEMPURNA MENURUT IBN ‘ARABI DAN NIETZSCHE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI SENI YULITA.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Manusia Sempurna Menurut Ibn ‘Arabi dan Nietzsche Seni Yulita E-Mail: Abstrak: Skripsi ini membahas tentang Manusia Sempurna menurut Ibn ‘Arabi dan Nietzsche. Dalam membahas judul skripsi tersebut, maka masalah pokok yang akan dikaji adalah “Bagaimana pandangan Ibn „Arabi dan Nietzsche mengenai persoalan Manusia Sempurna”, lalu dari pertanyaan ini, dicari persamaan serta perbedaan pendapat tentang manusia sempurna menurut kedua tokoh tersebut. Dari problematika tersebut, maka penelitian ini mengupas persoalan Manusia Sempurna dengan mengambil langkah metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan sebuah metode teknik penelitian yaitu, metode komperatif (perbandingan). Dengan metode tersebut masalah yang menjadi objek kajian akan dibahas secara mendetail dan luas utamanya dari segi filosofis berdasarkan buku-buku Ibn „Arabi dan Nietzsche yang banyak mengulas persoalan terkait Manusia Sempurna. Penelitian ini berusaha mengupas pemikiran kedua tokoh dimulai dengan meneliti latar belakang kehidupan kedua tokoh dan juga latar belakang pemikiran mereka yang menjadi dasar argumen dari setiap pemikiran kedua tokoh ini. Hasil dari penelitian ini penulis menemukan bahwa konsep Manusia Sempurna menurut Ibn „Arabi dan Nietzsche memiliki perbedaan yang cukup signifikan, meskipun pada beberapa aspek masih ditemukan kesamaannya. Dalam hal ini, Ibn „Arabi mengatakan bahwa Manusia Sempurna adalah manusia yang mampu menjadi wadah tajalli Tuhan. Untuk itu, Ibn „Arabi membagi Manusia Sempurna kepada dua kategori. Kategori pertama adalah kategori manusia pada level kosmos dan pada kategori kedua adalah manusia pada level individu. Meskipun Ibn „Arabi membagi manusia sempurna pada dua kategori, namun menurut Ibn „Arabi hakikat dari manusia itu adalah berasal dari satu esensi, yaitu esensi Tuhan, dari esensi yang dilimpahkan Tuhan tersebut akan memberikan bekas pada manusia melalui sifat-sifat dan nama-nama-Nya. Dari argumen ini, maka konsep manusia sempurna Ibn „Arabi adalah manusia yang dalam dirinya terdapat sifat-sifat sempurna Tuhan yang bertajalli secara sempurna dan ini bisa ditemukan pada manusia kategori individu. Singkatnya, konsep Manusia Sempurna Ibn „Arabi tidak terlepas dari persoalan ketuhanan. Sementara dalam perspektif Nietzsche bertolak belakang dengan konsep Manusia Sempurna Ibn „Arabi tersebut. Menurut Nietzsche Manusia Sempurna adalah manusia yang tidak terdapat lagi paradigma ketuhanan dalam dirinya, dalam kata lain, manusia terlepas dari persoalan Tuhan dalam dirinya, karena bagi Nietzsche, konsep Tuhan selama ini hanya menghambat potensi manusia dalam berkreasi dan menghambat naluri alamiah manusia untuk mewujudkan will to power (kehendak untuk berkuasa), maka secara berani Nietzsche mengatakan bahwa “tuhan telah mati” ketika manusia telah sanggup menerima kabar kematian tuhan ini, maka saat itu pula manusia sedang menuju kepada jalan untuk menjadi Manusia Yang Sempurna. Kata kunci: Ibn „Arabi, Nietzsche, manusia, sempurna, konsep.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.01 Filsafat dan Teori tentang Agama Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah dan Filsafat
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 09 Feb 2021 14:48
Last Modified: 09 Feb 2021 14:58
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/39056

Actions (login required)

View Item View Item