PENERAPAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS SEBAGAI DASAR PENINGKATAN KINERJA MESIN ROTARY DAN DRYER (Studi Kasus : PT.Panca Eka Bina Plywood Industry Unit Pabrik)

Didi Eka Putra Ms, (2014) PENERAPAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS SEBAGAI DASAR PENINGKATAN KINERJA MESIN ROTARY DAN DRYER (Studi Kasus : PT.Panca Eka Bina Plywood Industry Unit Pabrik). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
fm.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (573kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II LANDASAN TEORI.pdf

Download (810kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III METODOLOGI PENELITIANN.pdf

Download (562kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (54kB)
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text
em.pdf

Download (15kB) | Preview

Abstract

PT. Panca Eka Bina Plywood Industry (PT.PEBPI) Unit Pabrik yang berada di Kabupaten Siak merupakan salah satu industri yang mengolah hasil hutan dengan hasil produksi adalah plywood atau kayu lapis. Pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan secara bersamaan ketika mesin telah rusak masih diterapkan sampai saat ini. Berdasarkan analisa awal menggunakan diagram pareto diketahui dua mesin mengalami tingkat kerusakan yang cukup tinggi. Kedua mesin tersebut yaitu mesin rotary dengan presentase kerusakan sebesar 45,402% dan mesin dryer sebesar 27,07%. Kerusakan mesin yang sejak awal tidak dapat diketahui dan diminimalisir berdampak kepada kecacatan dari output yang dihasilkan. Untuk menerapkan perawatan preventive guna mencegah terjadinya kerusakan mesin digunakan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Nilai dari efektivitas peralatan dihitung menggunakan OEE. Nilai OEE untuk mesin rotary sebesar 67,89% dan mesin dryer sebesar 80,16%. Nilai ini termasuk dalam tingkat wajar (fairly typical level) pada standar dunia. Selanjutnya penyusunan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui penyebab dan bentuk kegagalan dari komponen mesin secara lebih rinci yang diurutkan dengan nilai Risk Priority Number (RPN). Komponen mesin bernama bearing mendapat nilai RPN tertinggi . Nilai RPN pada mesin rotary sebesar 200 dan mesin dryer sebesar 240. Peningkatan kinerja dan perbaikan kualitas output diharapkan dapat terlaksana dengan pemberian suatu checklist prosedur perawatan mesin yang nantinya akan dilaksanakan oleh operator mesin yang diharapkan dapat mencapai kondisi zero breakdown dan zero defect. Kata Kunci: efektivitas, kinerja, pemeliharaan, prosedur

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 670 Manufaktur, Pabrik-pabrik
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Industri
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 24 Apr 2016 19:13
Last Modified: 24 Apr 2016 19:13
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3567

Actions (login required)

View Item View Item