KOMPETENSI KONSELOR DALAM MEMBERIKAN KONSELING PERNIKAHAN PADA KLIEN DI KEMENTERIAN AGAMA KOTA PEKANBARU

Devi Sapitri, (2014) KOMPETENSI KONSELOR DALAM MEMBERIKAN KONSELING PERNIKAHAN PADA KLIEN DI KEMENTERIAN AGAMA KOTA PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (20kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (119kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (29kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (8kB) | Preview

Abstract

Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru merupakan suatu lembaga sosial yang di dalamnya terdapat berbagai jenis pelayanan yang melayani masyarakat salah satunya Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP-4) yang khusus melayani masyarakat dalam mengatasi permasalahan pasca pernikahan. Permasalahan yang terjadi dalam pernikahan dan keluarga dapat menimbulkan konflik dan keretakan pada hubungan pasangan suami-isteri. Untuk menyikapi konflik tersebut, dalam hal ini tentunya memerlukan tenaga Konselor yang memang memiliki latar belakang pengetahuan di bidang pendidikan Bimbingan dan Konseling agar Konselor tidak salah menempatkan penggunaan teknik, pendekatan, dan jenis pelayanan konseling pada klien yang membutuhkan. Namun, di Kantor Kementerian Agama memiliki Konselor yang tidak berlatarbelakang pengetahuan di bidang pendidikan Bimbingan dan Konseling. Walaupun demikian, tidak menyurutkan semangat Konselor BP-4 dalam melakukan konseling pernikahan pada kliennya. Hal ini disebabkan karena adanya pengalaman Konselor dalam berumah tangga dan pemahaman Konselor terhadap ilmu pengetahuan agama yang cukup membantu dalam proses konseling pernikahan berlangsung. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh di klasifikasikan menurut permasalahan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pencuplikan (Purposive Sampling) yakni penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Selain itu, terdapat dua faktor yang mempengaruhi Kompetensi Konselor dalam Memberikan Konseling Pernikahan pada Klien yaitu: a) Faktor Pendukung yang meliputi: Wawasan Konselor terhadap ilmu pengetahuan agama Islam yang sangat baik yang disertai dengan wawasan Konselor tentang pernikahan yang cukup luas dan Pengalaman Konselor terhadap dunia pekerjaan dibidang penasehatan pernikahan yang cukup lama yang disertai dengan pengalaman kehidupan pernikahan Konselor dalam berumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. b) Faktor Penghambat yang meliputi: ruangan konsultasi yang kurang memadai, kurangnya pemahaman Konselor terhadap pengetahuan dibidang pendidikan Bimbingan dan Konseling, dan kurangnya tenaga Konselor yang membidangi masalah pernikahan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Konselor dalam Memberikan Konseling Pernikahan pada Klien di Kementerian Agama Kota Pekanbaru kurang berkompeten dalam menjalankan perannya sebagai seorang Konselor.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.2 Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan Penyuluhan Islam
Depositing User: Feni Marti Adhenova
Date Deposited: 20 Apr 2016 06:42
Last Modified: 20 Apr 2016 06:42
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3448

Actions (login required)

View Item View Item