KONSEP NUSYUZ (STUDI KOMPERATIF ANTARA MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I)

MD. Nor Bin Muhammad, (2011) KONSEP NUSYUZ (STUDI KOMPERATIF ANTARA MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_2011188.pdf

Download (557kB) | Preview

Abstract

Md Nor bin Muhamad (2010), KONSEP NUSYUZ (STUDI KOMPERATIF ANTARA MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I). Skripsi Jurusan Perbandingan Hukum dan Mazhab. Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pemahaman tentang nusyuz yang berangkat dari surat an-Nisa’ ayat 34 yang secara eksplisit menjelaskan nusyuznya istri adapun ayat yang menjelaskan tentang nusyuznya suami terdapat dalam surat an-Nisa’ ayat 128. Penelitian ini juga adalah untuk mengetahui mengenai konsep dan bentuk istri nusyuz menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i. Penyelesaian Istri nusyuz mengikut Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i dan implikasi terhadap istri nusyuz mengikut pendapat Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i. Menurut Mazhab Hanafi, nusyuznya seorang istri terjadi jika ia keluar rumah tanpa ada alasan yang benar dan tanpa izin suaminya. Jika sekiranya istri tetap berada dirumah suaminya sekalipun tidak bersedia untuk dicampuri dia dianggap tidak melakukan nusyuz. Berbeda dengan Mazhab Hanafi, Mazhab Syafi’i berpendapat bahawa batasan nusyuz ialah keluarnya seorang istri dari garis ketaatan terhadap suami dan keengganannya memuaskan nafsu seksual suami tanpa alasan yang benar. Adapun penyelesaian nusyuz istri menurut Mazhab Hanafi adalah mengikut sebagaimana bentuk lahiriah surat an-Nisa’ ayat 34 yang dimulai dengan memberi nasihat, kemudian memisahkannya dari tempat tidur jika nasihat tidak dihiraukannya. Jika tidak ada perubahan, dia boleh memukulnya. Sebaliknya Mazhab Syafi’i berpendapat bahawa tidak harus ada urutan-urutan. Suami boleh mengambil salah satu dari tindakan-tindakan tersebut, mana saja yang ia kehendaki dan boleh ia menggunakan tindakan-tindakan semua sekaligus. Akibat hukum yang lain dari perbuatan nusyuz, Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i sepakat bahawa istri yang nusyuz kepada suami tidak berhak mendapatkan nafkah dan giliran jika suaminya beristri lebih daripada satu. Namun demikian ketika istri telah berhenti dari nusyuz maka suami kembali diharuskan memenuhi kewajibannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.8 Sekte-sekte dalam Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 06 Jan 2016 02:59
Last Modified: 06 Jan 2016 02:59
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/334

Actions (login required)

View Item View Item