ANALISA PENDAPAT IBNU HAZM TENTANG HITUNGAN RAKAAT SHALAT MAKMUM MASBUQ YANG TIDAK MENDAPATKAN BACAAN FATIHAH IMAM

IIN MASTURA, (2013) ANALISA PENDAPAT IBNU HAZM TENTANG HITUNGAN RAKAAT SHALAT MAKMUM MASBUQ YANG TIDAK MENDAPATKAN BACAAN FATIHAH IMAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013388AH.pdf

Download (523kB) | Preview

Abstract

Rasulullah SAW. bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Ibnu Huzaimah dan Al – Hakim dari Abu Hurairoh, jika kamu datang untuk melaksanakan salat, padahal kami sedang melakukan sujud, maka sujudlah, tetapi jangan dimasukan hitungan dan jika ia memeperoleh ruku’ bersama imamnya itu, maka ia telah memperoleh satu rakaat. Hadits ini juga dijadikan dasar oleh Jumhur Ulama yang menyatakan bahwa seorang makmum disebut masbuq itu apabila ia tertinggal ruku’ bersama imam. Jika seorang makmum mendapati imam sedang ruku’, kemudian ia ruku bersama imam, maka ia mendapatkan satu raka’at dan tidak disebut masbuq. Namun Ibnu Hazm mempunyai pendapat lain Didalam kitabnya Al - Muhalla, yaitu makmum dihitung mendapat satu rakaat apabila ia dapat mengikuti bacaan surat fatihah imam ketika berdiri dan dapat menyelesaikan fatihahnya dengan sempurna, apabila ia tertinggal bacaan fatihah imam ketika berdiri dan tidak dapat menyelesaikan fatihahnya dengan sempurna maka tidak dihitung mendapat satu rakaat walaupun ia dapat mengikuti ruku’ imam dengan sempurna dan ia harus menyempurnakan jumlah rakaatnya setelah imam salam. Dari permasalahan Diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat Ibnu Hazm tentang hitungan rekaat shalat makmum yang tidak mendapatkan bacaan fatihahnya imam, bagaimana metode Istinbat Ibnu Hazm dalam menentukan hitungan rekaat shalat makmum yang tidak mendapatkan bacaan fatihahnya imam dan bagaimana analisa pendapat Ibnu Hazm dalam menentukan hitungan rekaat shalat makmum yang tidak mendapatkan bacaan fatihahnya imam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan bahan hukum primer yaitu Kitab Al - Muhalla karangan Ibnu Hazam Senidiri. Sedangkan bahan hukum sekundenya yaitu buku – buku yang berhubungan dengan penelitian. Setelah disimpulakan dan tersusun dalam kerangka yang jelas, lalu dianalisa dengan menggunkan metode Conten Analysis. Adapun hasil penelitian ini yaitu bahwa alasan Ibnu Hazam mengatakan tentang hitungan rekaat shalat makmum yang tidak mendapatkan bacaan fatihahnya imam yaitu berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. Metode istimbat yang digunakan oleh Ibu Hazam dalam mengistinbatkan hukum sebagaiman disebutkan didalam kitab Al – Ihkam Fi Usul Al – Ahkam ada empat yaitu Nas Al –Qur’an, Nas kalam Rasulullah, Ijma’ dan Dalil. Sedangkan analisis penulis dengan mempertimbangkan kehati - hatian (ikhtiat) dan kejelasan dalil, penulis lebih sepakat pada pendapat Jumhur Ulama’ yang memilih bahwa jika seorang makmum dapat mengikuti ruku’ nya imam maka ia telah dihitung mendapatkan satu rakaat. Penulis mengatakan demikian dikarenakan argumentasi yang digunakan oleh Ibnu Hazm tidak secara tegas memposisikan bahwa jika bacaan fatihah tertinggal maka wajib bagi makmum untuk mengqadanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:59
Last Modified: 08 Sep 2016 07:40
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3337

Actions (login required)

View Item View Item