ANALISIS TERHADAP PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG WALI NIKAH ANAK TEMUAN

MUHAMMAD YUSUF, (2013) ANALISIS TERHADAP PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG WALI NIKAH ANAK TEMUAN. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013387AH.pdf

Download (615kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul : Analisis Terhadap Pendapat Ibnu Qudamah Tentang Wali Nikah Anak Temuan. Hampir setiap hari media cetak maupun elektronika menayangkan berita tentang bayi-bayi yang dibuang oleh orang tuanya yang tidak bertanggung jawab. Di dalam syari’at Islam telah diperintahkan kepada umatnya agar berbuat saling tolong menolong di dalam kebaikan dan ketakwaan, diantaranya dengan memungut/merawat/menjaga anak temuan, karena dengan merawat/memelihara kehidupan manusia maka seolah-olah telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Permasalahan anak temuan ini telah dibahas dibeberapa kitab fiqih yang dikenal dengan istilah al-laqīth, yang didefinisikan sebagai seorang anak yang hidup, yang belum baligh, yang dibuang orang tuanya karena mereka takut akan kemiskinan (tidak sanggup mendidiknya dan menafkahinya), atau untuk menutupi suatu perbuatan zina. Anak adalah seorang manusia yang wajib dijaga jiwanya, demi menjaga kelangsungan hidup, maka bagi seseorang yang menemukan al-laqīth langkah mengambil al-laqīth tersebut lebih utama atau wajib hukumnya untuk menyelamatkannya jika tidak ada lagi orang selain dia, karena mengambil/menghidupkan anak tersebut berarti menggugurkan dosa seluruh manusia. Kemudian permasalahannya disini adalah bagaimana jika anak temuan tersebut seorang perempuan yang nantinya akan membututuhkan peran seorang wali, maka siapakah yang menjadi wali nikahnya? disini terdapat perbedaan antara pendapat jumhur ulama dengan Ibnu Qudamah. Dalam penelitian skripsi ini penulis menggunakan metode peneltian kualitatif yaitu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati. Dan jenis penelitian ini adalah library research, yaitu usaha untuk memperoleh data dengan menggunakan sumber kepustakaan, artinya meneliti buku-buku yang ada relevansinya dengan permasalahan yang sedang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ibnu Qudamah apabila ada orang yang menemukan kemudian ia merawat maka dia mempunyai hak untuk iv menjadi wali nikah walaupun secara batin dia belum diketahui hakikat sifat adilnya/dipercaya, dikarenakan adanya beberapa indikasi tertentu seperti adanya sifat adil secara dhohir dalam diri multaqith, dan pertimbangan kemaslahatan antara keduanya. Sumber hukum yang digunakan adalah berdasarkan al qur’an, as-sunnah, qoul sahabat, dan istinbath hukum yang digunakan Ibnu Qudamah adalah dengan menggunakan metode qiyas yaitu multaqith disamakan dengan penguasa, hal ini dikarenakan kedua-duanya mempunyai sifat adil.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:59
Last Modified: 09 Sep 2016 03:06
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3335

Actions (login required)

View Item View Item