ANALISIS PENDAPAT IBNU HAZM TENTANG MAHRAM AKIBAT PERSUSUAN ORANG DEWASA

MAWARDI, (2013) ANALISIS PENDAPAT IBNU HAZM TENTANG MAHRAM AKIBAT PERSUSUAN ORANG DEWASA. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013322AH.pdf

Download (444kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul“ANALISIS PENDAPAT IBNU HAZM TENTANG MAHRAM AKIBAT PERSUSUAN ORANG DEWASA” iniditulis berdasarkan latar belakang pemikiran ulama, bahwa penyusuan yang dapat menyebabkan terjadinya hubungan mahram hanya berlaku bagi penyusuan yang dilakukan kepada anak-anak, sementara menurut Ibnu Hazm penyusuan yang menyebabkan terjadinya hubungan mahram tidak lah dibatasi oleh usia, semuanya bisa menyebabkan hubungan mahram karena penyusuan. Penulis menganalisa tentang kemahraman yang disebabkan oleh penyusuan yang dilakukan kepada orang yang telah dewasa disertai dengan alasan atau dasar hukum Ibnu Hazm dalam menetapkan bahwa walaupun yang di susukan itu adalah orang dewasa sekalipun tetap berlaku hukum mahram sebagaimana penyusuan pada anak kecil. Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan kitab Al-Muhalla sebagai rujukan primernya, sedangkan bahan sekundernya dalam tulisan ini adalah sejumlah literatur yang ada kaitannya dengan penelitian ini.Adapun metode analisa yang digunakan adalah metode deskriptif dan content analisis. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah Ibnu Hazm berpendapat bahwa jika yang menyusu orang dewasa sekali pun tetap bisa menyebabkan kemahraman yang berakibat diantara mereka haram untuk menikah, berdasarkan pemahamannya secara umum tentang firman Allah di dalam surat Annisa’ ayat 23, dan hadist nabi SAW yang memerintahkan kepada Sahlah binti Suhail untuk menyusui Salim yang pada waktu itu sudah dewasa. Sedangkan Jumhur Ulama berpendapat bahwa penyusuan yang dapat menyebabkan keharaman hanyalah penyusuan yang dilakukan kepada anak yang masih kecil, dan tidak berlaku bagi orang yang telah dewasa. Berdasarkan beberapa hadist Nabi SAW yang pada intinya menyatakan bahwa penyusuan yang menjadikan mahram hanyalah penyusuan ketika masih kecil, ditambah lagi dengan sumpah Ummu Salamah bahwa v semua istri nabi kecuali ‘Aisyah menolak keumuman hadist Nabi SAW kepada Sahlah untuk menyusui Salim, maka penulis lebih memilih pendapat jumhur Ulama yang membatasi usia susuan yang mengharamkan hanyalah di masa anak-anak, dan tidak berlaku bagi orang yang telah dewasa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:58
Last Modified: 09 Sep 2016 02:58
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3332

Actions (login required)

View Item View Item