ANALISA PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG MENGGAULI ISTRI MUSTAHADHAH

ISHAK, (2013) ANALISA PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG MENGGAULI ISTRI MUSTAHADHAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013302AH.pdf

Download (774kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “ANALISA PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG MENGGAULI ISTRI MUSTAHADOH” Adapun yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimana pendapat Ibnu Qudamah tentang menggauli istri mustahadah dan Apa yang menjadi alasan Ibnu Qudamah dalam menentukan hukum menggauli istri yang mustahadah. Penelitian ini adalah adalah penelitian studi tokoh. Penelitian ini termasuk jenis penelitian perpustakaan (library research). Adapun sumber data pada penelitian ini dikategorikan kepada data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer adalah karya-karya ibnu Qudamah diantaranya: Al-Mughni, Al-Mughni,Al-Kaafi,Al-Muqni,Al-Umdah fi al-Fiqh,Mukhtasar al-Hidayah li Abi al-Khatab. Sedangkan bahan hukum sekunder adalah buku-buku atau karya lain yang berhubungan dengan pemikiran hukum Islam ibnu Qudamah Semua data dikumpulkan dan diklasifikasikan, kemudian dianalisa dengan menggunakan pendekatan normatif, selanjutnya dibahas dalam konstruksi pembahasan yang sistematis, logis dan komprehensif. Setelah data diperoleh, maka data tersebut diungkapkan secara deskriptif yaitu menggambarkan secara mendetail data yang diperoleh untuk selanjutnya dianalisa dengan menggunakan teknik content analysis (analisis isi) yaitu dengan jalan menelaah atau mempelajari kosa kata, pola kalimat, atau situasi dan latar belakang budaya penulis atau tempat kejadian tertentu. Penelitian ini memberikan kesimpulan: Menurut Ibnu Qudamah, bahwa tidak boleh menyetubuhi istri yang mustahadhah kecuali karena khawatir dirinya akan terjerumus melakukan perbuatan yang dilarang, Selain itu juga beliau beranggapan bahwa hal itu karena ada kotoran pada wanita yang mustahadah, sehingga menggaulinya menjadi suatu hal yang diharamkan, seperti menggauli wanita yang sedang haid. Pasalnya, Allah melarang menggauli wanita yang sedang haid karena alasan adanya kotoran. Ibnu Qudamah beralasan dengan mengqiyaskan wanita mustahadhah dengan wanita haid karena adanya persamaan illat antara keduanya yaitu, sama – sama mengeluaarkan darah kotor. Oleh karena itu wanita yang mustahadhah tidak boleh disetubuhi pada saat istihadhah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:58
Last Modified: 08 Sep 2016 07:46
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3331

Actions (login required)

View Item View Item